Hyundai Bakal Luncurkan Mobil Listrik Buatan Indonesia Tahun Depan

Tajuk.co 15/7/2021 23:13 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Hyundai Motor Asia Pasific membeberkan bakal meluncurkan produk pertama buatan pabrik mereka di Bekasi, Jawa Barat pada akhir tahun ini. Selain itu dipaparkan pula mobil listrik produksi lokal bakal muncul pada tahun depan.

Lee Kang Hyun, COO Hyundai Motor Asia Pasific, menjelaskan pembangunan berikut pemasangan mesin-mesin pabrik di Bekasi sudah selesai. Dia bilang proses produksi awal sudah dikerjakan sejak Mei.

"Jadi memang tahun ini, kira-kira bulan Mei, sudah mulai pilot production. Akhir tahun ini akan meluncurkan ICE [Internal Combustion Engine] satu model," kata Hyun saat dalam presentasinya saat Investor Daily Summit 2021, Rabu (14/7).

Hyun juga mengungkap strategi Hyundai untuk tahun depan, yakni meluncurkan tiga mobil baru.

"Terus tahun depan ada rencana mengeluarkan dua model ICE dan satu mobil listrik, sekitar mungkin bulan Maret, ini buatan CKD [completely knock down] di Indonesia tahun depan," katanya lagi.

Hyun tak mengungkap identitas semua mobil itu. Meski begitu berbagai rumor soal mobil ICE baru Hyundai sudah beredar sebelumnya dan produksi mobil listrik kemungkinan menggunakan Kona Electric atau Ioniq Electric yang telah dijual di dalam negeri, atau bisa juga Ioniq 5 yang meluncur global pada Februari lalu.

Tahun ini Hyundai Motors Indonesia diyakini bakal meluncurkan Staria, MPV mengotak yang lebih mahal dari H-1. Staria sudah meluncur lebih dulu di Korea Selatan pada April, lantas meluncur di Thailand pada 9 Juli.

Nama Staria juga sudah terdaftar di situs informasi Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Jakarta. NJKB merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum model mobil bisa dijual ke konsumen di dalam negeri.

Selain itu belum lama ini Hyundai juga diketahui telah mendaftarkan nama paten Stargazer di Indonesia. Mobil ini diduga MPV lebih kecil untuk bersaing dengan Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander.

Hyun mengatakan pabrik Hyundai di Bekasi adalah salah satu bentuk realisasi investasi senilai US$1,5 miliar yang sudah diumumkan pada 2020 usai kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan pada 2019.

Pabrik itu berdiri di atas lahan seluas 77 hektar dengan kapasitas produksi 150 ribu - 250 ribu unit per tahun. (FHR)