IDI: 30% Anak Indonesia Menderita Stunting

Tajuk.co 28/7/2020 13:30 WIB
image
Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih. (foto: Tajuk.co)

Tajuk.co, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih mengungkapkan, 30% anak Indonesia menderita stunting (tubuh kerdil). Dampak stunting tidak hanya pada pertumbuhan fisik, namun juga mengganggu pertumbuhan otak.

“Ini mengancam ketahanan generasi masa depan bangsa ini karena dari sisi keunggulan sumber daya manusia (SDM) jelas akan terganggu,” kata Daeng saat acara diskusi virtual tentag pangan sehat dan fungsional yang digelar Badan Litbang Pertanian, Selasa (27/7).

Menurut Daeng, target pemerintah untuk menurunkan angka stunting menjadi 14%, merupakan target yang sangat tinggi dan cukup berat untuk dicapai. Terlebih saat ini sedang pandemi Covid-19 yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Banyak yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga menurunkan daya beli. Akibatnya risiko terjadi kekurangan gizi bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu menjadi besar.

Daeng pun meminta Kementerian Pertanian bergerak cepat dengan semua sdm yang dilikinya hingga ke daerah, untuk mendorong pemanfaatan pangan lokal yang sehat dan kaya nutrisi.

“Perbanyak penanaman kacang-kacangan, umbi-umbian, juga juga ternak sebagai sumber protein hewani. Jangan hanya fokus pada karbohidrat,” tegasnya.

Ia mengingatkan, jika persoalan gizi anak tidak serius dibereskan, semakin banyak sumber daya manusia (SDM) yang terkena stunting, yang nantinya hanya akan menjadi beban bangsa.

"SDM seperti itu tidak memberikan banyak kemajuan untuk bangsa ini, karena pertumbuhannya terganggu," kata Daeng.

Pada kesempatan sebelumnya, Daeng mengatakan bahwa mudah sekali mengenali seorang anak yang berisiko stunting. Salah satunya dengan mengetahui panjang bayi saat dia baru lahir.

"Cara paling mudah mengenali stunting adalah pada saat lahir, panjang bayi tidak mencapai 47 sentimeter (cm). Penyebabnya karena asupan gizi yang kurang saat seorang ibu sedang hamil. Penyebab lainnya adalah pola asupan gizi yang tidak teratur. Kemudian ada penyakit yang tidak baik saat hamil, misalnya terjadi infeksi," ujarnya.

Itulah tiga penyebab utama anak menjadi stunting. Oleh sebab itu, perlu pengenalan stnting bagi calon pengantin dan ibu hamil. Daeng, menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang terkena stunting menyebabkan seluruh organ tubuh, terutama otak tidak berkembang baik. Kondisi ini berpengaruh pada perkembangan kepribadian seorang anak yang terkena stunting. (KSL)