IDI: Tenaga Medis Lawan Covid Sudah Alami Burnout dan Depresi

Tajuk.co 18/11/2020 19:08 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Gangguan psikologis di masa pandemi tak hanya dialami oleh para pasien Covid-19. Dokter dan tenaga kesehatan mengalami hal serupa. Kelelahan hingga taruhan nyawa karena tertular Covid-19 selalu membayangi mereka.

Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Moh. Adib Khumaidi mengungkapkan rekan-rekannya sesama dokter dan tenaga kesehatan mengalami burnout syndrome dan depresi karena pekerjaan dan penanganan yang Covid-19 yang menguras tenaga dan tak diketahui kapan berakhir.

Ia menyebutkan hingga saat ini tenaga kesehatan yang mengalami gangguan ini mencapai 85 persen. Sedangkan di antara dokter pendidikan spesialis mencapai 15 persen.

"Kondisi saat ini secara psikologis apa yang terjadi di masyarakat juga terjadi di kami, beberapa mengalami burnout," ucap dia dalam talkshow 'Kesiapan Penanganan Pasien di RSDC' secara virtual yang digelar oleh Media Center #SatgasCovid19 yang diunggah di akun Youtube BNPB pada Senin lalu (16/11).

Burnout syndrome merupakan kondisi stres yang berhubungan dengan pekerjaan atau kerap disebut occupational burnout atau job burnout.

Menurutnya tenaga dan risiko yang dialami dokter sangat tinggi. Risiko ini membayangi dokter dengan tenaga kesehatan di tengah penanganan Covid-19. Hingga 10 November lalu, angka kematian dokter mencapai 159 dokter dan 114 perawat.

Kasus kematian tidak hanya terjadi di rumah sakit rujukan Covid-19, melainkan fasilitas kesehatan lain.

Catatan yang dimiliki Adib menyebutkan 84 kasus kematian terjadi pada dokter umum, 11 kasus dokter gigi. Jawa Timur sendiri, kata dia, 28 persen adalah dokter pribadi dan 22 persen di puskesmas. (FHR)