INDEF: Tugas Utama Pemerintah Lindungi Tumpah Darah, Baru Majukan Kesejahteraan

Tajuk.co 17/9/2020 18:54 WIB
image
Direktur Riset INDEF Berly Martawardaya (Foto: istimewa)

Tajuk.co, JAKARTA -  Institute for Development and Economic Studies (INDEF) meminta pemerintah untuk lebih mengutamakan perlindungan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia, daripada memikirkan persoalan ekonomi.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Riset INDEF Berly Martawardaya dalam Serial Diskusi Online INDFE bertema “PSBB DKI dan Banten: Ekonomi Nasional Sembuh atau Lumpuh?”, Kamis (17/9). Menurut Berly, tugas pemerintah untuk lebih mengutamakan perlindungan warga tersebut sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

“Tugas pertama pemerintah di UUD 1945 adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia, yang kedua baru meningkatkan kesejahteraan umum. Jadi, prioritas adalah melindungi dulu. Kalau dulu perang melawan penjajah, sekarang lawan covid-19. Tidak begitu penting resesi itu. Miskin tapi hidup daripada kaya tapi mati,” jelas Berly.

Jika pemerintah ingin fokus pada persoalan ekonomi, tambahnya, perlu untuk mengutamakan 20 persen orang berada di level bawah perekonomian (the bottom of pyramid), dengan cara distribusi bansos dan menjaga konsumsi domestic.

“Lalu kalau resesi emang kenapa? Ya cuman angka yang penting orang hidup dulu. Ini kan kita survival mode. Ekonomi kita resesinya masih mendingan dibandingkan negara lain. Jadi, gapapa pertumbuhan ekonomi negatif, prediksi umum 2 sampai 3 kuartal resesinya. Yang penting yang mati sedikit.

Diketahui, Presiden Jokowi telah memutuskan untuk memprioritaskan penanganan kesehatan terlebih dahulu baru persoalan ekonomi. Atas kebijakan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan Jakarta kembali ke masa PSBB dengan beberapa pelonggaran. Pengetatan seperti masa PSBB tersebut sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020. (BDN)