Indonesia Ingin SEA Games 2021 Tetap Disenggelarakan

Tajuk.co 8/6/2021 20:33 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- National Olympic Committee (NOC) Indonesia menekankan harapan agar SEA Games 2021 di Vietnam berlangsung tepat waktu sesuai seperti jadwal semula.
Belakangan isu mengenai pengunduran SEA Games lantaran pandemi Covid-19 mengemuka. Namun Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan tak ingin pesta olahraga dwitahunan Asia Tenggara ini ditunda dari jadwal semula 21 November - 2 Desember 2021.

"NOC Indonesia bersama dengan NOC lainnya di ASEAN (Asia Tenggara) sepakat untuk tidak menunda SEA Games 2021 karena beberapa alasan," kata Raja Sapta, Selasa (8/6) siang.

Beberapa alasan itu antara lain adalah tantangan mekanisme anggaran lompat tahun yang hampir serupa dengan negara tetangga, waktu masih 5 bulan lagi, dan banyak agenda pada tahun depan seperti Asian Indoor and Martial Art Games (AIMAG) dan Asian Games.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NOC Indonesia, Ferry Kono menambahkan, akan ada pertemuan secara daring antara perwakilan NOC di Asia Tenggara untuk membahas isu penundaan SEA Games 2021 pada Rabu (9/6).

Dalam pertemuan ini Indonesia akan meminta agar SEA Games edisi ke-31 ini tidak ditunda.

"Kalau dari kami [Indonesia] sudah final [tidak ada penundaan SEA Games 2021]," Raja Sapta menjelaskan.

Pertemuan tersebut sekaligus pula akan membahas masukan dari Singapura agar SEA Games 2021 berlangsung di beberapa negara. Dalam hal ini Negeri Singa tersebut bersedia menjadi tuan rumah pendamping Vietnam jika dibutuhkan dan diperkenankan.

Menteri Olahraga Singapura, Lim Teck Yin, mengutarakan wacana SEA Games 2021 berlangsung di beberapa negara. Menurut Lim ini semata untuk mengurangi beban Vietnam sebagai penyelenggara di masa pandemi Covid-19 saat ini.

"Kami siap menyelenggarakan SEA Games pada akhir tahun ini jika diperlukan.Saya berharap ASEAN memiliki solusi untuk SEA Games tahun ini," kata Lim di surat kabar The Straits Times.

Mengenai wacana tuan rumah bersama, Raja Sapta memastikan belum pernah ada usulan resmi dan pembahasan. Singapura pun belum secara resmi mengajukan hal tersebut. "Singapura sampai sekarang kan paling protektif," ujar Raja Sapta memungkasi. (FHR)