Indonesia Kaya Pangan Lokal Fungsional Berkhasiat Obat

Tajuk.co 25/6/2020 16:15 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA - Menghadapi pandemi Covid-19, yang belum jelas kapan berakhir, salah satu langkah terbaik adalah menjaga daya tahan tubuh agar tidak terinfeksi virus corona. Mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang lengkap adalah awal dari hidup sehat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Fadjry Djufry mengatakan, setiap daerah di Indonesia memiliki pangan lokal masing-masing yang memiliki khasiat dan manfaat untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh.

“Balitbangtan mendorong beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawahnya terus mencari potensi pangan lokal dan obat herbal yang bisa memberikan solusi-solusi untuk menekan perkembangan Covid-19”, kata Fadjry saat membuka seminar nasional online bertema “Peran Pangan Fungsional dan Neutraseutikal dalam Meningkatkan Sistem Imun Mencegah Covid-19” pada Kamis (25/6/2020).

Sementara itu, Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) Prayudi Samsuri mengatakan sesuai arahan Menteri Pertanian, pihaknya berusaha untuk menyediakan dan menginformasikan sumber pangan yang dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan dan menjaga sistem imun serta mencari potensinya sebagai antivirus.

“Pangan fungsional merupakan pangan dan bahan makanan yang dapat memberikan manfaat selain sebagai fungsi nutrisi dasar tetapi juga memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan, pertahanan tubuh dan meningkatkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Di dalam masyarakat pangan fungsional ini biasa disebut sebagai makanan kesehatan,” terangnya.

 

Pangan Neutraseutikal

Sementara neutraseutikal berasal dari kata nutrisi dan farmasi yaitu bahan makanan yang memiliki potensi selain memberikan nutrisi juga mencegah dan mengatasi penyakit serta memberikan keamanan efek terapi.

“Indonesia memiliki kekayaan biodiversity luar biasa yang berpotensi sebagai pangan fungsional dan neutraseutikal. Di masa Covid-19 ini kita mengambil peran untuk mengali potensi kekayaan alam tersebut agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan bahkan jadi antivitus corona,” ungkapnya.

Menurut Prayudi, dalam seminar daring ini ada 80 makalah yang dipresentasikan dalam tiga paralel sesi yang terbagi dalam kelompok teknologi pascapanen, potensi tanaman lokal sebagai pangan fungsional, dan pengolahan pangan fungsional.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Balitbangtan meluncurkan buku saku berjudul "Bahan Pangan Potensial untuk Antivirus dan Imun Booster" yang disusun oleh BB Pascapanen. Fadjry berharap buku ini bisa menjadi referensi tambahan dalam mengenal pangan dan cara pengolahannya untuk dimanfaatkan untuk menjadi potensi antivirus dan peningkatan daya tahan tubuh.

“Buku ini akan mengedukasi masyarakat bahwa tidak semua bisa diselesaikan dengan medical solution dengan menggunakan vaksin. Kita bisa menyiapkan dari awal dengan mengonsumsi nutrisi yang sehat dan seimbang supaya kita tidak terserang Covid-19. Kalau daya tahan tubuh kita kuat, mudah-mudahan virus itu menjauh dari kita,” pungkasnya. (KSL)