Indonesia Kutuk Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera di Tepi Barat

Tajuk.co 13/5/2022 15:04 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Indonesia mengutuk pembunuhan jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, saat sedang meliput bentrok di Tepi Barat. RI pun mendesak agar Israel segera menghentikan pendudukan terhadap Palestina.

"Indonesia mengutuk keras pembunuhan jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh di wilayah Tepi Barat pada Rabu (11/5) yang telah melanggar norma dan hukum internasional," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI melalui Twitter.

Kemlu RI juga menyerukan proses penyelidikan menyeluruh, independen, dan transparan terkait kematian Abu Akleh. Selain itu, Kemlu juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

Di akhir pernyataannya, Kemlu menuliskan, "Indonesia menyerukan diakhirinya pendudukan Israel terhadap wilayah Palestina dan dilaksanakannya solusi dua negara."

Abu Akleh sendiri tewas saat sedang meliput bentrokan antara aparat Israel dan warga Palestina di Kota Jenin, Tepi Barat, pada Rabu (11/5).

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa Abu Akleh tewas "dibunuh" tentara Israel. Dalam pemberitaannya, Al Jazeera juga merujuk pada pernyataan Kemenkes Palestina itu.

Meski demikian, Al Jazeera menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum mengetahui penyebab kematian Abu Akleh.

"Apa yang kami tahu sekarang adalah Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan kematiannya," kata seorang jurnalis Al Jazeera di Ramallah, Nida Ibrahim, seperti dikutip Reuters.

Ibrahim menuturkan bahwa informasi yang diketahui pasti hingga saat ini adalah Abu Akleh tertembak di bagian kepala. Abu Akleh kemudian dilarikan ke rumah sakit, tapi tak tertolong.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, menyatakan bahwa ada kemungkinan Abu Akleh tewas karena tembakan warga Palestina.

Insiden ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Amerika Serikat. Washington menyatakan bahwa Abu Akleh merupakan warga negara Palestina-AS. Mereka pun mendesak penyelidikan menyeluruh. (FHR)