Indonesia Punya Pilot Pesawat Tempur Wanita Pertama

Tajuk.co 18/5/2020 21:29 WIB
image
Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti, pilot pesawat tempur TNI AU pertama di Indonesia.

Tajuk.co, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna melantik secara simbolis wing penerbang kepada 42 perwira TNI AU termasuk 2 perwira wanita dan 2 perwira TNI AD pada upacara Wisuda Siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan ke-97.

Acara yang biasa disebut kalangan TNI AU sebagai Wingday itu digelar di Auditorium IG Dewanto, Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/5/2020).

"Upacara berlangsung secara sederhana di dua tempat dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat sehubungan kondisi pandemi virus Covid-19. Di Mabesau, Kasau menyematkan wing penerbang dan menyerahkan trofi kepada dua lulusan terbaik dan satu perwakilan siswa dari TNI AD," ujar Kasubdispenum Dispenau, Kolonel Sus Muhammad Yuris dalam keterangan tertulisnya.

Yuris menjabarkan, untuk wisudawan lainnya mengikuti upacara dari Wisma Adisutjipto di Yogyakarta dan terhubung melalui jaringan video jarak jauh.

"Dalam prosesi wisuda kali ini, untuk pertama kalinya TNI AU akan memiliki seorang penerbang tempur wanita atau fighter. Dia adalah Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti," tuturnya.

Perwira lulusan AAU tahun 2018 ini akan memulai pengabdiannya di Skadron Udara 15 Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi Magetan yang mengoperasikan pesawat tempur T50i Golden Eagle.

Pada wawancara jarak jauh yang dilakukan Kasubdispenum Dispenau dengan Letda Pnb Ajeng sore ini (17/5/2020) terungkap bahwa Ajeng memang memiliki tekad yang bulat untuk menjadi fighter karena para instrukturnya memberikan motivasi yang besar setelah melihat kemampuan fisik, psikis, dan bakat terbangnya yang mumpuni.

"Saya hanya menjalani dengan serius dan menikmati semua tahapan latihan terbang hingga akhir. Para instruktur menyemangati saya agar bisa menjadi fighter dan sekarang hal tersebut terwujud." ungkap Ajeng dalam wawancara tersebut.

Ajeng pun kini menjadi pionir bagi juniornya kelak bahwa kaum wanita juga mampu menjadi penerbang tempur TNI AU yang sama baiknya dengan penerbang tempur pria.(BPP)