Indonesia–Singapura Sepakati Buka Penerbangan Terbatas Mulai 26 Oktober

Tajuk.co 17/10/2020 22:33 WIB
image
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Foto: ap2

Tajuk.co, JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Singapura bersepakat membuka penerbangan secara terbatas mulai 26 Oktober 2020.

Kesepakatan ini sebagai implementasi Travel Corridor Arrangement (TCA) atau juga dikenal dengan Reciprocal Green Lane (RGL) kedua negara.

“Skema ini khusus diperuntukkan bagi WNI dan warga negara Singapura yang ingin melakukan perjalanan bisnis mendesak, perjalanan diplomatik dan kedinasan,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Jakarta, Sabtu (17/10/2020.

Awaluddin mengatakan, Bandara Soekarno-Hatta sebagai satu-satunya bandara yang menjadi pintu masuk TCA/RGL Indonesia – Singapura telah melakukan sejumlah persiapan. D iantaranya menetapkan alur khusus bagi penumpang pesawat yang memanfaatkan skema ini.

“Sejumlah check point akan dilalui oleh penumpang rute Indonesia – Singapura yang memanfaatkan jalur TCA/RGL ini, di mana prosedur yang diterapkan fokus pada aspek kesehatan,” ujar Awaluddin.

Calon penumpang  yang hendak terbang ke Singapura terlebih dahulu harus melewati  thermal scanner i di terminal penumpang . Kemudian menuju counter check in maskapai untuk kemudian menunjukkan hasil test PCR yang berlaku 72 jam dan kemudian melakukan verifikasi aplikasi e-HAC (electronic health alert card). Selanjutnya melakukan proses penerbangan

Sementara penumpang yang tiba dari Singapura ke Indonesia, setelah landing tiba di terminal kedatangan, mereka menuju check point clearance aplikasi e-HAC yang sudah diisi. Kemudian memproses imigrasi dan bea cukai yang dilanjutkan menuju check point pemeriksaan PCR test.

Apabila dinyatakan negatif, traveler dapat melanjutkan ke tujuan akhir di Indonesia. Jika hasil positif, traveler akan mengikuti proses karantina.

“Pengecekan hasil PCR test akan dilakukan dua kali yakni saat keberangkatan dengan surat hasil maksimal 72 jam, dan kemudian traveler akan menjalani PCR test saat kedatangan di bandara. Saat ini PT Angkasa Pura II tengah menyiapkan Laboratory Test Facilities di Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Muhammad Awaluddin.

Adapun melalui keterangan resmi terkait pelaksanaan TCA/RGL Indonesia – Singapura, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan WNI tidak memerlukan visa untuk masuk ke Singapura dengan syarat memiliki sponsor government agency dan enterprises di Singapura dan mengajukan safe travel pass.

Sedangkan untuk applicants dari Singapura harus memiliki sponsor government/business entity di Indonesia dan mengajukan visa secara online kepada Ditjen Imigrasi Indonesia.

Kemudian, eligilble travellers dari Indonesia wajib melakukan registrasi aplikasi TraceTogether dan SafeEntry selama di Indonesia. Sementara, eligible travellers dari Singapura wajib melakukan registrasi aplikasi e-HAC dan PeduliLindungi selama di Indonesia.

Awaluddin mengatakan, pada 2019 penerbangan Jakarta – Singapura merupakan rute internasional tersibuk ke-3 di dunia.

Berdasarkan laporan dari OAG, sepanjang tahun lalu terdapat 27.046 penerbangan yang dilayani oleh 7 maskapai di rute tersebut yaitu Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Lion Air, Jetstar Asia, Indonesia AirAsia, Scoot, dan Batik Air.

Namun seiring dengan pandemi COVID-19, jumlah penerbangan di rute Jakarta - Singapura mengalami penurunan. Pada Januari 2020 jumlah penerbangan masih di sekitar sekitar 2.500 penerbangan lalu turun di September 2020 menjadi sekitar 300 penerbangan. (HAS)