kebocoran info Info Penggeledahan Kasus Suap Diduga Bocor, KPK Ancam Jerat Pidana Bagi Pihak yang Terkait

Tajuk.co 11/4/2021 22:51 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menemukan barang bukti saat melakukan penggeledahan kasus suap pajak. Informasi ini diduga sudah bocor. Komisi pun mengancam akan menindak pihak-pihak yang membocorkannya.

Untuk diketahui operasi penggeledahan yang dilakukan di dua lokasi, salah satunya di kantor PT Jhonlin Baratama, terkait pendalaman kasus dugaan suap Ditjen Pajak di Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan tersangka Angin Prayitno Aji

"Bahwa soal kegiatan penggeledahan yang kedua tersebut kami tidak memperoleh bukti yang dicari karena diduga telah dipindahkan oleh pihak-pihak tertentu. Kami tidak ingin memperdebatkan lebih jauh tentang hal tersebut saat ini," kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri ketika dihubungi Minggu (14/4).

Namun demikian, Ali memastikan pihak-pihak terbukti sengaja membocorkan informasi terkait penggeledahan, akan dijerat dengan hukuman pidana sebagai upaya menghalangi proses penyidikan.

"Prinsipnya, siapapun yang sengaja menghalangi penyidikan kami tak segan terapkan ketentuan Pasal 21 UU Tipikor. Kami ingatkan pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini agar kooperatif," ujarnya.

Sementara itu terkait proses penggeledahan, Ali memastikan kalau seluruh penyidik KPK telah menjalankan sesuai aturan dan prosedur berlaku.

"Kami pastikan dalam kegiatan penyidikan perkara ini, tim penyidik KPK sudah bekerja sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya.

Sebelumnya diketahui bahwa dalam penyidikan kasus ini, KPK juga telah menggeledah empat lokasi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (18/3).

Empat lokasi yang digeledah yakni Kantor PT Jhonlin Baratama (JB) di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. Kemudian tiga kediaman dari pihak-pihak yang terkait dengan kasus tersebut.

Penggeledahan itu dilakukan untuk penyidikan dalam kasus suap pajak di Ditjen Pajak tahun 2016 dan 2017. Dalam kasus itu, mantan Direktur Jenderal Ekstensifikasi dan Penilaian Ditjen Pajak Angin Prayitno dan bekas bawahannya Dadan Ramdhani diduga telah ditetapkan menjadi tersangka.

Keduanya diduga menerima suap untuk merekayasa jumlah pajak dari sejumlah perusahaan. Suap pajak ini diduga disalurkan melalui konsultan pajak. Meski demikian, KPK belum mengumumkan secara resmi tersangka kasus ini. KPK menyatakan akan mengumumkan tersangka pada saat penahanan. (FHR)