Kongres Umat Islam Indonesia VI Islam Indonesia Menjadi Model Bagi Negara-Negara Lain

Tajuk.co 9/2/2015 00:36 WIB
image
Wamenlu AM Fachir memberikan sambutan di hadapan peserta Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI di Yogyakarta, Minggu (8/2) malam. Foto: tajuk.co/HAS

Tajuk.co YOGYAKARTA – Islam di Indonesia telah tampil model bagi pemeluk Islam di berbagai belahan penjuru dunia. Karena Islam di Indonesia bisa tetap menjaga harmoni di tengah berbagai perbedaan yang ada.

Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mochammad Fachir mengemukakan hal itu di acara perkenalan dengan peserta Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI, Minggu (8/2) malam di Yogyakarta.

“Dialog menjadi kunci mengapa Islam di Indonesia dapat menerima perbedaan. Dan ini menjadi model bagi Islam di berbagai penjuru dunia,” kata Wamenlu, yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Saudi Arabia.

Fachir mengungkapkan, pihaknya sering mempromosikan Islam model Indonesia ke berbagai negara di dunia untuk melawan Islamophobia atau ketakutan terhadap Islam.

“Kami sering mengajak tokoh-tokoh Islam di Indonesia untuk mempromosikan Islam yang toleran, moderat, untuk melawan Islamophobia ke berbagai penjuru dunia,” papar Wamenlu.    

Karena itu, lanjut Fachir, hasil-hasil dan rekomendasi dari KUII tidak hanya ditunggu oleh umat Islam di Indonesia, tetapi juga umat Islam di berbagai penjuru dunia.

Hal senada disampaikan cendikiawan muslim Azzumardi Azra. Menurutnya, umat Islam di berbagai penjuru dunia menjadikan Indonesia sebagai rujukan.

Sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, umat Islam di berbagai penjuru dunia menaruh harapan kepada Indonesia.

“Potensi besar yang dimiliki umat Islam Indonesia membuat negara-negara Islam lainnya menaruh harapan besar kepada Indonesia,” kata mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang sekarang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini. (HAS)