Jadi Andalan Pendapatan Daerah, Pariwisata di DKI Kini Beranjak Tumbuh

Tajuk.co 17/10/2020 17:36 WIB
image
Ilustrasi Pariwisata di DKI Jakarta (foto: ist)

Tajuk.co, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta optimis bisa membangkitkan lagi pariwisata yang terpuruk akibat pandemi COVID-19. Tingkat hunian hotel di Ibu Kota pelan-pelan mulai meningkat, sedangkan jumlah kedatangan international di Bandara Soekarno-Hatta juga bertambah.

Plt Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengatakan, meski kondisi agak sulit, tapi pihaknya yakin sektor pariwisata bisa berjaya kembali. Pemerintah terus mencari format menghidupkan lagi pariwisata tanpa mengabaikan aspek kesehatan.

"Ini seperti buah simalakama bagi kami. Pilihannya antara kesehatan dan ekonomi. Kita mencari titik tengah supaya kesehatan tetap terjaga dan perekonomian tidak ambruk,” ujarnya webinar IIME 2020, Kamis 15 Oktober 2020.

Pariwisata selama ini jadi salah satu sektor andalan yang menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di DKI Jakarta. Tapi, sejak virus corona mewabah, sektor ini terpuruk.

Jakarta sampai kini masih jadi episentrum terbesar Covid-19 di Indonesia dengan kasus positif rata-rata 1.000 per hari. Pemprov DKI memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 10 April lalu dan sektor pariwisata tutup, untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Tapi, sekarang PSBB sedikit diperlonggar dengan status transisi menuju adaptasi kenormalan baru atau new normal sampai 25 Oktober, meski tidak tertutup kemungkinan akan diperketat lagi mengingat grafik kasus Covid-19 belum melandai.

Gumilar mengakui bahwa kondisi itu telah membuat pariwisata di Jakarta terpuruk ke titik nadir, berdampak serius pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.

“Dari sektor pariwisata sudah terlihat hampir terjun bebas. Kalau tidak segera dibantu, akan berdampak pada pembangunan-pembangunan di tahun mendatang," kata Gumilar.

Gumilar tetap optimis kondisi ini perlahan akan pulih dengan stabil, seiring dengan PSBB transisi.

Buktinya, menurut data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kedatangan Internasional di Bandara Soekarno Hatta rata-rata sudah mencapai 11 penerbangan per hari.

Tingkat hunian kamar hotel berbintang di Jakarta pun menunjukkan tren yang positif setelah mengalami penurunan hampir 50% pada bulan April. Pada bulan Juli, tingkat hunian sudah mendekati rata-rata pada tauin 2019 (57,63%).

Lama tinggal wisatawan juga menunjukkan tren yang menarik. Pada bulan April saat tingkat hunian rendah, lama tinggal wisatawan justru tinggi. Hal ini mungkin terjadi mengingat seluruh destinasi wisata dalam kondisi tutup.

Menanggapi hal tersebut, Gumilar berharap agar seluruh masyarakat Jakarta dan pelaku industri pariwisata dapat bersinergi dengan menegakkan protokol kesehatan yang ketat.

"Saya ingin mengimbau masyarakat agar tetap tegakkan protokol kesehatan di mana pun mereka berada. Karena tidak bisa hanya industri saja yang bekerja, kita harus bersama-sama agar grafiknya (penyebaran kasus Covid-19) melandai, dan industri pariwisata kita bisa bangkit lagi," tutup Gumilar Ekalaya.  (BDN)