Jakarta Terapkan Wajid PAUD Satu Tahun

Tajuk.co 12/3/2021 19:55 WIB
image

Tajuk.co JAKARTA –  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan Layanan Wajib PAUD Satu Tahun untuk mempersiapkan anak-anak ke jenjang sekolah dasar. Layanan ini akan mulai berlaku pada Tahun Ajaran Baru 2021/2022 mendatang bagi anak usia 5-6 tahun.

“Pembelajaran akan tetap dilakukan secara daring atau virtual, mengingat masih di masa pandemi COVID-19,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, Jumat (12/3/2021) di Jakarta.

Nahdiana mengungkapkan, pihaknya telah melakukan kajian atas Layanan Wajib PAUD 1 Tahun. Kajian dilakukan berdasarkan aspek yuridis, teoritis, dan empiris dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pemprov DKI Jakarta, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, serta Program Studi Pendidikan Guru PAUD Universitas Negeri Jakarta.

Secara yuridis, gagasan ini didukung payung hukum berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, dan Peraturan Menteri. Sedangkan, dari aspek teoritis para ahli psikologi banyak yang berpendapat pentingnya PAUD.

“PAUD menstimulasi perkembangan anak sehingga wajib dilakukan sejak anak usia dini. Jika ini tidak dilakukan, akan memberikan akibat fatal terhadap perkembangan anak selanjutnya. Berdasarkan aspek empiris, terdapat hasil penelitian terkait pentingnya PAUD sebagai pondasi perkembangan bagi anak untuk meniti perkembangan selanjutnya,” jelas Nahdiana.

Lebih lanjut, Nahdiana menuturkan, hasil pemetaan mutu PAUD di Jakarta menunjukkan, 90 persen lembaga PAUD sudah memiliki kemampuan dalam pengelolaan dan penyelenggaraan secara komprehensif, serta siap memberi layanan PAUD.

Tak hanya itu, Hasil kajian kesiapan satuan dalam layanan ini menunjukkan Lembaga PAUD DKI Jakarta memenuhi delapan standar nasional PAUD. Sehingga, Lembaga PAUD DKI Jakarta layak memberikan layanan PAUD yang berkualitas.

Sementara itu, kajian kesiapan dukungan masyarakat terhadap layanan ini menunjukkan apresiasi dan dukungan masyarakat sangat besar. Ini mengindikasikan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya PAUD.

“Masyakat sangat mengharapkan adanya akses layanan PAUD berkualitas di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta,” imbuh dia.

Untuk mendukung gagasan baik ini, lanjut Nahdiana, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memperkuat kebijakan untuk memperluas akses layanan PAUD berkualitas di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta melalui regulasi. Selain itu, pembinaan berkelanjutan juga akan dilaksanakan untuk menjamin terlaksananya layanan PAUD yang berkualitas di Ibu Kota.

Untuk diketahui, berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud RI sampai dengan bulan Agustus 2020, DKI Jakarta memiliki 3.964 lembaga yang terdaftar dengan berbagai jenis layanan, yang terdiri dari 1.960 TK, 353 KB, 20 TPA, dan 1.631 SPS. Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, pun menargetkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD DKI Jakarta menjadi 100 persen dalam dua tahun ke depan.

Layanan Wajib PAUD Satu Tahun ini diharapkan dapat meningkatkan APK PAUD DKI Jakarta dan semakin mempersiapkan anak-anak Jakarta ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (IST)