Jam Operasional TransJogja Akan Dikurangi Imbas Kenaikan Harga BBM Naik

Tajuk.co 6/9/2022 23:29 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bakal mengurangi jam operasional Bus TransJogja buntut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan pengurangan jam operasional itu terpaksa dilakoni karena tak ada perubahan pada alokasi subsidi transportasi Trans Jogja.

"Sementara untuk tarif masih tetap sama. Subsidi kita jaga juga tidak naik. Kan enggak mungkin kita menaikkan subsidi pada saat sekarang ini, apalagi menaikkan tarif, ya kan membebani masyarakat juga. Cuma nanti kita main di jam layanan saja," kata Made saat dihubungi, Senin (5/9).

Made mengatakan pengurangan layanan akan diberlakukan di koridor-koridor yang sepi penumpang di jalur dan jam-jam tertentu demi menghemat pengeluaran untuk bahan bakar.

"Kemudian kita juga mengurangi jam layanan. Kita tidak full di situnya. Ini juga bisa mempengaruhi biaya bahan bakar," ujarnya.

Made mengakui langkah tersebut merupakan solusi instan, namun tetap didahului proses inventarisasi dan pembacaan grafik okupansi di tiap-tiap jalur pada masing-masing jam.

"Misal satu jalur dia kan harus melayani dari jam 6 sampai jam 7-9. Tapi kan di situ kita tahu yang ramai di mana yang enggak di mana. Di jam-jamnya itu, nah ini mungkin yang akan kita sesuaikan di situ," kata Made.

"Misalkan, sekarang ini layanan pagi dan pulang sekolah itu penuh kecuali jalur yang Malioboro itu tidak memandang pagi siang sore itu penuh terus. Tapi ada juga jalur-jalur yang kemudian ya sepi di saat pagi atau tertentu. Ini yang kita lihat," lanjutnya.

Bagaimanapun, Made meyakini kenaikan tarif BBM yang menyasar seluruh angkutan ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengoptimalkan layanan transportasi publik yang tersedia sebagai solusi mobilisasi.

Pemerintah daerah, klaim Made, juga sudah menyediakan berbagai sarana transportasi pelengkap seperti Teman Bus, atau angkutan pengumpan berbasis bus transit system (BTS) yang melalui kawasan pinggiran perkotaan.

"Teman Bus saja juga kan masih gratis. Dengan seperti itu bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh masyarakat untuk bepergian memakai angkutan umum," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Anindya Mitra International (AMI) selaku BUMD Pengelola TransJogja, Diah Puspitasari mengatakan penentuan tarif memang menjadi kewenangan Pemda DIY, dalam hal ini menjadi tugas pokok dan fungsi dari Dishub.

Sampai hari ini, menurut Diah, tarif yang berlaku adalah single trip Rp3.500; berlangganan Rp2.700; dan pelajar Rp1.200.

Walaupun tak ada penyesuaian tarif, Diah memastikan sejauh ini operasional bus Trans Jogja tidak terganggu.

"Nanti kalau misalnya ada hal-hal yang perlu disesuaikan di dinas perhubungan yang akan menghubungi kami. Jadi sebelum ada informasi itu kita jalan seperti biasa," katanya saat dihubungi.

Ia menerangkan PT AMI saat ini mengelola 48 dari total 89 armada Trans Jogja. Sisanya, dikelola oleh PT Jogja Tugu Trans (JTT). (FHR)