Jelang Lebaran, Aktivitas di Pelabuhan Balikpapan Aman Terkendali

Tajuk.co 21/5/2020 19:20 WIB
image
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt. Sudiono saat melakukan tinjauan di Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Kamis (21/5/2020).

Tajuk.co, BALIKPAPAN  – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441H/2020, aktivitas transportasi laut di pelabuhan Balikpapan berlangsung aman dan terkendali.

“Hari ini kami melakukan pemantauan dan pengendalian Angkutan Lebaran di dua pelabuhan di Balikpapan, yaitu Pelabuhan Semayang dan Kariangau,” kata Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt. Sudiono sesaat setelah melakukan tinjauan di Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Kamis (21/5/2020).

Dari hasil tinjauan lapangan yang kami lakukan, pelaksanaan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, penyediaan fasilitas cuci tangan, serta penerapan physical distancing di lingkungan kerja pelabuhan dan di atas kapal terlaksana dengan baik.

Sudiono menjelaskan, pada masa pandemi Covid-19 di Pelabuhan Semayang hanya beroperasi kapal Roro penumpang dari operator PT. DLU dan PT. Atosim, sedangkan untuk kapal PT Pelni tidak beroperasi.

“Untuk frekuensi pengoperasian kapal di pelabuhan Semayang biasanya satu hari bisa melayani 29 kapal, tetapi pada masa pandemi Covid-19 ini per harinya hanya melayani 13 kapal,” ujarnya.

Terhitung sejak tanggal  9 sampai dengan 20 Mei 2020, tercatat penumpang turun sejumlah 793 orang dan penumpang naik 663 orang.

Pelabuhan Semayang saat ini dikelola oleh PT. Pelindo IV (Persero), dimana pelabuhan ini memiliki beberapa operator kapal, antara lain PT. Pelni, PT. Jembatan Nusantara, PT. Dharma Lautan Utama dan PT. Atosim Lampung.

Sementara pelabuhan Kariangau ini digunakan untuk bersandarnya kapal Ferry dengan tujuan Pelabuhan Penajam dan Pelabuhan Palu (khusus hari Kamis).

Biasanya Pelabuhan Kariangau melayani 12 kapal setiap harinya, tetapi pada saat pandemi ini hanya melayani 6 kapal setiap harinya.

Pelabuhan ini dikelola oleh Balai Pengelola Tiket Daerah (BPTD)  dimana memiliki beberapa operator kapal, meliputi PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT. Jembatan Nusatara, PT. Dharma Lautan Utama, PT. Bahtera Samudera, PT. Sadena dan PT. Paskadana.

“Dari hasil peninjauan kami, kedua pelabuhan ini cukup baik dalam menjalankan protokol kesehatan. Pada kesempatan ini saya juga menghimbau kepada seluruh pengelola pelabuhan di seluruh Indonesia untuk tetap menjalankan protokol kesehatan bersama dengan seluruh stakeholder yang terlibat, dan meningkatkan pengawasannya menjelang lebaran,” imbau Sudiono.(HAS)