Joe Biden Bakal Maju Lagi di Pilpres 2024

Tajuk.co 23/11/2021 21:36 WIB
image

Tajuk.co, WASHINGTON -- Gedung Putih mengatakan Presiden Joe Biden berniat maju lagi dalam bursa pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2024 guna mengamankan periode keduanya.

Biden yang baru merayakan ulang tahun pada Sabtu (20/11) lalu saat ini berusia 79 tahun. Dengan demikian ia akan berusia 81 tahun saat Pilpres AS dimulai awal November 2024.

"Iya, Itu niatnya (Biden)," kata juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, saat ditanya wartawan soal rencana pencalonan Biden di pemilu 2024 pada Senin (22/11).

Berdasarkan survei terbaru, angka persetujuan warga AS terhadap pemerintahan Biden turun dalam beberapa bulan terakhir.

Penurunan peringat penerimaan publik ini membuat partai Demokrat mulai bertanya-tanya apakah Biden masih berencana untuk menjabat kursi presiden empat tahun lagi atau tidak setelah periode pertamanya berakhir.

Jika Biden tak ingin mencalonkan lagi, Demokrat dikabarkan mulai melirik Wakil Presiden Kamala Harris untuk maju dalam pemilu 2024.

Dikutip Reuters, survei yang dibuat oleh USA Today dan Suffolk University baru-baru ini memaparkan peringkat persetujuan terhadap Kamala Harris mencapai 28 persen.

Kamala Harris baru-baru ini mencetak sejarah lagi. Ia menjadi wanita pertama yang pernah menjabat presidensi AS selama 1 jam 25 menit saat menggantikan Biden yang menjalani pengobatan sehingga di bawah pengaruh obat bius.

Kantor pers Gedung Putih mengatakan surat resmi kepada Kongres yang menyatakan pemindahan kekuasaan sementara dikirim pada pukul 10.10 (1510 GMT), sebelum Biden dibius.

"Presiden melanjutkan tugasnya pada pukul 11.35," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP, Sabtu (20/11).

"Hari ini adalah babak lain dalam sejarah bagi banyak wanita dan gadis-gadis muda di seluruh negeri," kata Psaki.

Biden menjalani pemeriksaan fisik rutin tahunan pertamanya sejak menjabat sebagai presiden AS beberapa waktu lalu.

Sementara itu, sudah menjadi rutinitas bagi seorang wakil presiden untuk mengambil alih kekuasaan presiden sementara, saat presiden menjalani prosedur medis yang membutuhkan anestesi.

Momen ini juga pernah dilakukan Wakil Presiden AS Dick Cheney. Dia beberapa kali mengambil alih kekuasaan ketika Presiden George W. Bush menjalani kolonoskopi rutin. (FHR)