Jokowi Akan Bangun 7 Lokasi Pembibitan Tanaman di 2021

Tajuk.co 27/11/2020 10:00 WIB
image
Presiden Jokowi menyebut akan mengembangkan ekonomi hijau lewat budi daya 16 juta bibit tanaman, seperti kayu putih, mahoni, merbau, dan jati. (Foto: Sekretariat Presiden)

Tajuk.co, JAKARTA - Presiden Indonesia, Joko Widodo menargetkan pada tahun 2021, pemerintah bisa membangun kurang lebih 7 nursery atau kebun bibit) dibeberapa daerah. Salah satunya yang sedang disiapkan oleh pemerintah adalah kebun bibit di Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat yang diharapkan selesai dan sudah berproduksi tahun 2021 dengan produksi kurang lebih 16 juta bibit.

"Kita harapkan nanti tahun depan 2021 sudah selesai dan sudah berproduksi. Dan kita harapkan nanti dari sini akan bisa diproduksi kurang lebih 16 juta bibit," kata Presiden Jokowi kepada wartawan saat mengecek lokasi pembangunan kebun bibit di Bogor, Jum'at (27/11/2020).

Presiden Jokowi mengatakan bahwa, bibit-bibit yang dikembangkan tersebut nantinya akan disebar dilokasi-lokasi yang sering terkena banjir dan juga kabupaten dan kota yang sering longsor. Beberapa jenis bibit tanaman yang akan dikembangkan diantaranya Akasia, Eucalyptus, Mahoni, Merbau, Eboni, Durian dan lain-lain.

"Selain juga fungsi ekologi, juga berharap pada fungsi-fungsi ekonomi. Sehingga tadi saya sudah berpesan untuk pembibitan di Rumpin Bogor ini, agar ditanam tanaman-tanaman yang punya fungsi ekologi maupun fungsi ekonomi," katanya.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, 7 lokasi yang menjadi target pembangunan kebun bibit diantaranya adalah, Rumpin Bogor, Toba Sumatera Utara, Mandalika NTB, Labuan Bajo NTT, Likupang Sulawesi Utara. Selain itu, pemerintah juga sedang mengembangkan pembibitan bagi perbaikan hutan mangrove.

"Kita juga sudah merencanakan dan akan kita kerjakan 630 ribu ha hutan mangrove, sehingga itu juga perlu nursery, perlu lokasi pembibitan yang akan juga kita siapkan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Terkait pengembangan kebun bibit tersebut, Presiden mengatakan bahwa kedepan Indonesia akan menuju ke sebuah ekonomi hijau yang berkelanjutan. Sehingga dampak ekonomi pada masyarakat bawah akan lebih semakin terlihat. (TIO)