JXB Gandeng BUMN untuk Kelola Kawasan Kota Tua dan Sunda Kelapa

Tajuk.co 28/4/2021 17:54 WIB
image
Penandatangan Perjanjian Pokok untuk medirikan perusahaan patungan yang akan mengelola Kawasan Kota Tua dan Sunda Kelapa, Rabu (28/4/2021) di Jakarta.. Foto: JXB

Tajuk.co JAKARTA – Sebuah perusahaan patungan yang didirikan Jakarta Experience Board/PT Jakarta Tourisindo (JXB), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau dikenal sebagai Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) membuat perusahaan patungan (joint venture) untuk mengelola kawasan Kota Tua dan Sunda Kelapa. Perjanjian Pokok (Head of Agreement/HoA) perusahaan patungan itu ditandatangani Dirut JXB Novita Dewi, Dirut ITDC Abdulbar M. Mansoer, dan Dirut MITJ Tuhiyat, Rabu (28/4/2021) di Kawasan Museum Fatahillah, Jakarta.

 “Selama ini banyak sekali para pihak yang terkait dengan Kota Tua. Namun tidak ada sistem yang menghubungkan antar para pihak. Dengan kolaborasi, kita dapat melakukan pengelolaan yang efisien untuk mewujudkan Kota Tua sebagai magnet baru pariwisata Jakarta, bahkan Indonesia,” kata Novita Dewi

Novita menyampaikan, pengelolaan kawasan Kota Tua – Sunda Kelapa diharapkan dapat menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi daerah, meningkatkan nilai ekonomi wilayah dan membangun rasa percaya diri (local pride) masyarakat setempat. Halaman 2 dari 4 Dokumen ini merupakan informasi resmi yang dirilis oleh JXB, ITDC, dan MITJ.

 “Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan solusi atas segala permasalahan di Kota Tua dan merupakan suatu langkah konkrit atas banyaknya sikap skeptis bahwa revitalisasi Kota Tua tidak akan pernah selesai,” imbuh Novita.

Sementara peran ITDC dalam kerjasama ini bertujuan mewujudkan Kota Tua-Sunda Kelapa menjadi kawasan pariwisata terpadu yang modern, yang tetap mempertahankan nilai warisan budaya dan akan mengokohkan Jakarta sebagai salah satu destinasi pariwisata paling bersejarah di Indonesia.

Keterlibatan ITDC sebagai BUMN Pariwisata dalam pengembangan Kota Tua-Sunda Kelapa ini juga merupakan langkah yang tepat mengingat daya tarik di kedua lokasi tersebut berupa bangunan dan fasilitas yang mayoritas merupakan aset milik BUMN, seperti Pelabuhan Sunda Kelapa (Pelindo 2), Stasiun Kota/BEOS (KAI), Museum Bank Mandiri (Bank Mandiri), dll. Dengan pengalaman yang dimiliki ITDC dalam mengembangkan kawasan pariwisata kelas dunia, diyakini akan mampu memaksimalkan nilai bangunan-bangunan tua milik BUMN di kawasan tersebut menjadi sebuah aset pariwisata sekaligus memberikan nilai tambah untuk dikembangkan menjadi aset properti yang prospektif di kawasan heritage.

Melalui pembentukan perusahaan patungan ini diharapkan lahir super team, serta sinergi yang kuat dari entitas-entitas yang memiliki rekam jejak dan reputasi yang baik di bidang masing-masing. ITDC yang berpengalaman dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan pariwisata kelas dunia akan mendorong tersedianya fasilitas sekelas bintang lima atau kelas dunia. JXB yang berpengalaman sebagai operator dan penyelenggara event dapat memastikan terselenggaranya event berskala internasional. Sementara MITJ akan memastikan integrasi transportasi, baik di dalam dan luar kawasan.

“ITDC berharap dapat berkontribusi maksimal sesuai penugasannya. Dengan expertise ITDC sebagai pengembang dan pengelola kawasan The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika di Lombok, NTB --satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), kami berharap dapat mewujudkan pengembangan dan revitalisasi Kota Tua menjadi kawasan pariwisata terintegrasi dengan berbagai fasilitas dan atraksi kelas dunia, yang dikelola secara profesional, sehingga dapat meningkatkan nilai dan potensi pariwisata kawasan dan Jakarta sebagai ibu kota negara,” urai Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer.

Sejalan dengan hal tersebut, PT MITJ selaku eksekutor integrasi berperan aktif mengelola transportasi terintegrasi di kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa.

 Selain aspek integrasi transportasi publik, PT MITJ juga fokus mengembangkan Kawasan berorientasi Transit atau TOD di Kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa. Halaman tiga dari empat dokumen ini merupakan informasi resmi yang dirilis oleh JXB, ITDC, dan MITJ Berkaca kepada penataan kota-kota besar di dunia, seperti Amsterdam, Paris, Roma, dan Williamsburg, Virginia maka sudah sepatutnya kawasan Kota Tua dikembangkan, namun tanpa meninggalkan khas Batavia tempo dulu.

Kota Tua-Sunda Kelapa juga memiliki potensi menjadi kawasan strategis bila didukung adanya integrasi transportasi publik, pariwisata, wahana edukasi, dan pengembangan properti yang terpadu guna mendorong pertumbuhan ekonomi pada kawasan tersebut.

 “Dalam aspek pengintegrasian transportasi publik, kawasan ini nantinya akan terhubung melalui stasiun commuterline eksisting yaitu Stasiun Beos (Kota Tua) dan stasiun MRT yang terintegrasi secara underground yang kini telah masuk dalam pembangunan MRT Fase 2A (CP203) yang ditargetkan selesai pada tahun 2027. Ditambah lagi tersedianya jalur BRT Transjakarta kian memudahkan perjalanan bagi warga yang akan berkunjung ke kawasan ini hingga menunjang aksesibilitas kawasan yang tinggi. Kota Tua-Sunda Kelapa juga diproyeksikan menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),” ungkap Direktur Utama PT MITJ Tuhiyat.

MITJ juga nantinya akan mengembangkan Kawasan Berorientasi Transit (KBT) atau yang umum dikenal dengan istilah Transit Oriented Development (TOD). (RLS)