Kabar Baik Bagi Calon Jemaah Haji, WHO Setujui EUL Vaksin Corona Sinovac

Tajuk.co 2/6/2021 10:33 WIB
image
WHO menyetujui Emergency Use Listing (EUL) vaksin corona yang dibuat Sinovac Biotech, kabar baik bagi jemaah haji Indonesia

Tajuk.co, JAKARTA - Harapan bagi kaum muslimin Indonesia untuk bisa berangkat berhaji tahun ini kembali membesar. Kabar baik itu muncul dari organisasi kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akhirnya menyetujui Emergency Use Listing (EUL) vaksin corona yang dibuat Sinovac Biotech.

Seperti diketahui, salah satu persyaratan untuk bisa berhaji tahun ini adalah jemaah harus sudah divaksinasi menggunakan vaksin yang sudah diakui oleh HWO. Pemerintah Arab Saudi hingga saat ini belum mengeluarkan ijin dan kuota haji bagi jemaah asal Indonesia dikarenakan Indonesia menggunakan vaksin Sinovac yang belum memperoleh persetujuan EUL dari WHO. Kalaupun ada yang menggunakan vaksin lain seperti Astrazeneca, jumlahnya sangat kecil.

Dikutip dari Reuters, vaksin corona Sinovac merupakan vaksin kedua yang diproduksi China yang mendapat pengesahan WHO. Daftar darurat WHO menjadi sinyal bagi regulator nasional tentang keamanan dan efikasi produk vaksin.

Ini juga akan memungkinkan vaksin Sinovac dimasukkan dalam COVAX, program global yang menyediakan vaksin khususnya untuk negara-negara miskin, yang saat ini sedang menghadapi masalah pasokan vaksin karena penangguhan impor vaksin dari India. Sebab, situasi COVID-19 di India saat ini sedang parah.

Dalam sebuah pernyataan, panel ahli independen mengatakan mereka merekomendasikan vaksin Sinovac untuk orang dewasa di atas usia 18 tahun, dengan pemberian dosis kedua 2-4 minggu setelah dosis pertama. Tidak ada batasan usia karena data menunjukkan kemungkinan memiliki efek perlindungan pada orang tua.

Anggota DPR RI, Amin Ak meminta pemerintah untuk lebih aktif dan intens melobi pemerintah Arab Saudi agar memberikan kuota haji tahun ini bagi Indonesia. Dengan keluarnya persetujuan EUL dari WHO, semestinya ijin dari pemerintah Arab Saudi lebih mudah.

“Mengingat calon jemaah haji di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, jika ijin berhaji diundur lagi, maka akan semakin panjang antreannya,” kata Amin. (KSL)