Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Jakarta Diminta Waspada

Tajuk.co 10/6/2021 19:50 WIB
image
Gubenrur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau vaksinisasi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021). Foto: IST

Tajuk.co JAKARTA – Warga Jakarta diminta meningkatkan kewaspadaan lantaran angka kasus COVID-19 terus bertambah signifikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta ada sebanyak 2.096 kasus positif baru di DKI Jakarta pada tanggal 10 Juni 2021. Sejumlah 51 persen atau 1.070 kasus di antaranya adalah hasil pelacakan (tracing) Puskesmas yang mayoritas dilakukan di RT PPKM Mikro, sementara 1.026 kasus lainnya ditemukan di fasilitas kesehatan.

Sementara itu dari identifikasi klaster mudik hingga 10 Juni, terdapat 2.008 kasus positif dari 988 keluarga.

“Untuk itu, kami mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, jangan melonggarkan protokol kesehatan karena penularan masih terus terjadi," terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, Senin (10/6/2021) di Jakarta.

Adapun distribusi 2.096 kasus positif tersebut di Kepulauan Seribu dua kasus, Jakarta Barat 422 kasus, Jakarta Pusat 331 kasus, Jakarta Selatan 499 kasus, Jakarta Timur 637 kasus, dan Jakarta Utara 205 kasus.

Lebih lanjut Dwi memaparkan, dari jumlah kasus positif tersebut sebanyak 760 kasus adalah orang tanpa gejala (36 persen). Sebanyak 1.336 kasus pasien bergejala (64 persen), dan 232 orang lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.

"Jika dilihat penambahan kasusnya merata, terjadi di 43 Kecamatan di DKI Jakarta, kecuali Kepulauan Seribu Utara. Lima Kecamatan penyumbang kasus terbanyak adalah Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus," paparnya.

Sesuai PPKM Mikro periode 7 – 13 Juni 2021, ada tiga RT zona merah dan 23 RT zona orange yang dilakukan tracing masif. Distribusi RT PPKM tersebut yang terjadi klaster penularan di komunitas, antara lain di wilayah Cipayung, Cengkareng, Cilincing, Ciracas, Pasar Minggu, Kemayoran, dan Pulogadung.

Dwi juga meminta masyarakat tetap mewaspadai mutasi virus baru yang lebih mudah menular dan menimbulkan gejala yang lebih berat. DKI Jakarta secara aktif melakukan pemeriksaan sampel Whole Genome Sequencing/WGS, dan sebanyak 649 sampel sudah diperiksa.

"Terdapat 19 kasus Variant of Concern mutasi virus baru yang ditemukan di DKI Jakarta, di mana 18 di antaranya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, dan satu kasus transmisi lokal," jelas Dwi.

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung di DKI Jakarta. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap I dan II (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang. Untuk Vaksinasi Program, total dosis I saat ini sebanyak 2.728.441 orang (91 persen) dan total dosis II kini mencapai 1.845.698 orang (62 persen). Sedangkan, untuk Vaksinasi Gotong Royong dosis I, total di Jakarta saat ini sebanyak 35.613 orang.

Untuk tenaga kesehatan, vaksinasi telah dilakukan kepada 135.728 orang atau 121persen dari target. Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi telah dilakukan kepada 593.442 orang atau 65,1 persen dari target. Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi telah dilakukan kepada 1.999.271 orang atau 101 persen  dari target. (RLS)