Kemendikbudristek Sebut Sekolah Bisa Gunakan Kurikulum Darurat Pada PTM Tahun Ajaran Baru

Tajuk.co 16/6/2021 11:58 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengatakan sekolah masih bisa menggunakan kurikulum darurat yang dirancang khusus dalam situasi pandemi Covid-19. Hal ini menyikapi pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan dimulai pada Tahun Ajaran Baru 2021/2022.
"Di sini satuan pendidikan bisa memilih kurikulum yang tersedia. Apakah mampu [menggunakan] kurikulum 2013 atau [masih menggunakan] kurikulum mandiri (kurikulum darurat)," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Nunuk Suryani melalui konferensi video, Selasa (15/6).

Nunuk menjelaskan meskipun pembelajaran didorong tatap muka, Kemendikbudristek masih memberikan keleluasaan bagi guru agar tidak terpaku pada ketuntasan kurikulum di tengah kondisi pandemi.

Ia mengatakan saat ini yang terpenting siswa mendapat kesempatan untuk belajar. Selain itu, guru juga ditekankan untuk membuat strategi belajar yang berorientasi pada kebutuhan dan kemampuan siswa.

"Jadi pendidikan [di tengah pandemi] bukan untuk menuntaskan kurikulum seperti sebelum pandemi. Tapi, memastikan bahwa setiap peserta didik mengalami proses pembelajaran," tuturnya.

Kurikulum darurat dapat diakses sekolah melalui situs resmi Kemdikbud. Melalui kurikulum tersebut, Kemendikbudristek menetapkan materi ajar yang esensial untuk disampaikan sekolah dan memangkas materi yang dinilai tidak diperlukan.

Namun begitu, Nunuk menjelaskan sekolah diizinkan mulai menggunakan Kurikulum 2013 jika dirasa mampu. Namun ia menegaskan penerapan kurikulum tidak boleh membebani siswa jika ternyata belum mampu belajar seperti biasa.

Sebelumnya, pemerintah mewajibkan pembukaan sekolah segera dilakukan di penjuru daerah setelah vaksinasi guru dan tenaga kependidikan rampung. Meski begitu, PTM dilakukan secara terbatas dan harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. (FHR)