Kemenkes Berkoordinasi dengan Kementan dan KLHK untuk Antisipasi Virus Flu Burung

Tajuk.co 5/6/2021 22:28 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaku telah melakukan serangkaian tes Whole Genome Sequence (WGS) untuk mengantisipasi sebaran virus flu burung H10N3 di Indonesia. China sudah mendeteksi satu kasus H10N3 pada manusia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut pemerintah telah memiliki sejumlah langkah surveilans untuk mengantisipasi penyakit zoonotik alias virus yang penularan berasal dari hewan sejak penemuan flu burung di Indonesia pada 2004 silam.

"Kalau flu burung termasuk H10N3 ini varian-variannya dipantau terus melalui WGS juga selain varian Covid-19," kata Nadia, Jumat (4/6).

Nadia menyatakan pihaknya juga tengah memantau dan mewaspadai apabila ada kematian unggas dalam jumlah besar di sejumlah peternakan.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes itu juga meminta masyarakat yang menderita flu setelah mengolah bahan unggas untuk waspada. Selain itu, penyemprotan disinfektan di lingkungan peternakan giat dilakukan.

"Jadi ini surveilans dari dua pihak, tapi terutama kejadian pada manusia umumnya dimulai outbreak pada hewan ternak atau unggas liar yang dimonitor oleh dua K/L," ujarnya.

H10N3 merupakan salah satu jenis virus patogen rendah atau relatif lebih ringan. Virus yang ditemukan pada unggas tersebut memiliki kecil kemungkinan menyebar dalam skala besar.

Namun, baru-baru ini, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan temuan kasus infeksi virus flu burung H10N3 pertama pada manusia, pada Selasa (1/6) lalu. Varian virus flu burung tersebut ditemukan pada seorang pria berusia 41 tahun di Kota Zhenjiang, Provinsi Jiangsu.

Pria tersebut dirawat di rumah sakit sejak 28 April lalu. Ia sempat mengalami demam dan gejala lainnya, ia kemudian resmi didiagnosa mengidap virus flu burung H10N3 pada 28 Mei lalu. Namun, NHC tidak memberikan penjelasan bagaimana pria tersebut terinfeksi virus flu burung. (FHR)