Kemenkes Evaluasi Booster Vaksin Usai Pejabat Sudah Dapat

Tajuk.co 26/8/2021 06:15 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bakal melakukan evaluasi terhadap penyuntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster. Hal itu disampaikan usai sejumlah pejabat di hadapan Presiden Joko Widodo mengaku telah mendapat booster.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyampaikan pihaknya telah menyiapkan auditor terkait dengan evaluasi tersebut.

"Pak Menkes sudah menggandeng auditor-auditor kita untuk kemudian nanti dalam pelaksanaannya melakukan evaluasi mengenai ketepatan dari sasaran ini," kata Nadia dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia secara daring, Rabu (25/8).

Nadia menyampaikan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga hanya diberikan kepada tenaga kesehatan. Ketentuan itu telah dituangkan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.01/1/1919/2021.

Meski begitu, Nadia tak berkomentar lebih lanjut mengenai para pejabat yang mendapatkan booster vaksin. Ia hanya berkata pelaksanaan booster vaksin tanggung jawab daerah.

"Sesuai dengan SE juga bahwa pemberian vaksinasi dosis ketiga atau booster ini hanya diberikan kapada tenaga kesehatan dan ini sudah menjadi tanggung jawab pemda," ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah pejabat, seperti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengaku telah mendapat booster vaksin Covid-19. Hal itu mereka sampaikan saat mendampingi Presiden Joko Widodo kunjungan kerja ke Kalimantan Timur.

Perbincangan para pejabat itu sempat disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (24/8). Namun, siaran langsung itu diturunkan. Saat diunggah ulang, bagian percakapan tersebut telah dihapus.

Di tengah perbincangan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menimpali. Ia bertanya apakah Jokowi telah menerima vaksin dosis ketiga.

"Sudah booster semua, Pak. Pak Presiden belum, Pak?" tanya Prabowo ke Jokowi.

"Enggak, saya nunggu. Nunggu Pfizer," jawab Jokowi. (FHR)