Kemenkeu Coret Bulog Dari Penerima Dana Talangan Program PEN

Tajuk.co 4/6/2020 14:38 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA - Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan mencoret  Perum Bulog sebagai prioritas penerima bantuan dana talangan untuk modal kerja pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari yang sebelumnya 12 perusahaan BUMN, kini hanya tersisa 11 perusahaan pelat merah yang mendapatkan suntikan dana talangan. Sebelumnya, dana talangan untuk Perum Bulog sebesar Rp 13 triliun. Namun selanjutnya Bulog hanya mendapatkan Rp 10,56 triliun yang masuk dalam bantuan sosial.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan, Bulog memang tak dimasukan dalam daftar BUMN yang mendapat skala prioritas pemerintah. Saat ini, anggaran Rp 10,56 triliun untuk Bulog masuk dalam perhitungan bantuan sosial, melalui Kementerian Sosial.

"Iya masuk melalui Kemensos," ujar Askolani di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Sebelumnya pemerintah memutuskan Perum Bulog mendapatkan dana talangan sebesar Rp 13 triliun. Akan tetapi dalam keterangan terbaru hari ini dibatalkan. Meski dibatalkan namun, Perum Bulog tetap mendapatkan bantuan senilai Rp 10,56 triliun yang diikutsertakan dalam bantuan sosial dibawah Kementerian Sosial.

Sementara itu Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan lima BUMN yang mendapat dana talangan pada program PEN yaitu, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT PT Perkebunan Nusantara (Persero), serta PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan Perum Perumnas.

"Dana talangan ini working capital jangka pendek, talangan investasi adalah sesuatu yang akan kembali. Ini bukan PMN, bukan penambahan modal secara permanen. Pemerintah talangi investasinya secara periode ini saja, harapannya BUMN bersangkutan bisa bergerak," kata Febrio.

Dengan dicoretnya Perum Bulog dari daftar penerima bantuan, Kementerian Keuangan saat ini hanya memberikan kepada lima BUMN senilai Rp 19,65 triliun. Berikut lima BUMN yang mendapatkan dana talangan dari pemerintah. PT Garuda Indonesia Rp 8,5 triliun, PT Kereta Api Indonesia Rp 3,5 triliun, PT Perkebunan Nusantara (PTPN)  Rp 4 triliun, PT Krakatau Steel Rp 3 triliun, dan Perum Perumnas Rp 650 miliar.

Dana talangan yang digelontorkan pemerintah untuk program PEN tersebut dimaksudkan untuk mengurangi beban perusahaan pelat merah mengingat kontribusi besarnya kepada negara ditengah ancaman pandemi Covid-19. (TIO)