Kementan Launching Sistem Monitor Tanaman Padi Real Time

Tajuk.co 7/12/2020 10:00 WIB
image
Kondisi pertanaman padi bisa dipantau secara real time menggunakan satelit sentinel beresolusi tinggi. (foto: Kementan)

Tajuk.co, BOGOR - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian meluncurkan sistem monitoring kondisi tanaman padi secara real time yang diberi nama SisCrop 1.0. Sistem ini memanfaatkan data satelit  Sentinel-1 yang diklaim lebih akurat yang memonitor fase pertumbuhan, luas tanam, luas panen, produktivitas, dan indeks pertanaman. 

Recananya peluncuran akan dilakukan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, di Kampus Pertanian Balitbangtan, Cimanggu Bogor, Senin (7/12).  

Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry mengatakan, kedepan sistem ini juga akan kembangkan untuk memonitor komoditas pertanian lainnya, terutama tanaman pangan dan hortikultura. Dalam pengembangan SisCrop 1.0 ini, kata Fadry, Balitbangtan bekerjasama dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) dan Kementerian serta lembaga lainnya.

"SisCrop dapat membantu pengambil kebijakan maupun petugas perencana, sehingga perencanaan pupuk, pestisida, dan air bisa dilakukan secara lebih efisien, serta memilih jenis atau varietas tanaman yang tepat sesuai kondisi agroekologi lahan," beber Fadjry.

Selain perencanaan tanam, lanjut Fadjry, sistem ini membuat mobilisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) lebih efektif. Lebih ke hilir, sistem ini membantu menentukan mana daerah yang surplus dan mana yang kekurangan, sehingga bisa dilakukan distribusi stok beras dari daerah surplus ke daerah minus.

"Sistem ini juga efektif memantau perkembangan tanaman pangan di kawasan food estate yang sedang dikembangkan di Kalimatan Tengah dan Sumatera Utara. Keberhasilan food estate di kedua kawasan itu akan menjadi percontohan bagi pengembangannya di daerah lain," ujar Fadjry.

Dukungan sistem informasi dan teknologi sangat penting dalam pengelolaan sumber daya lahan pertanian secara tepat dan akurat sehingga target swasembada pangan terealisir. 

Menurut Fadjry, sektor pertanian merupakan tumpuan utama penyediaan pangan bagi 270 juta penduduk, penyedia 87% bahan baku industri kecil dan menengah, serta penyumbang 15% PDB dengan nilai devisa sekitar US$43 miliar. Sektor pertanian menyerap 33% tenaga kerja danmenjadi sumber mata pencaharian bagi 70% masyarakat di perdesaan.