Kementerian BUMN Dukung Koruptor Korporasi Dipenjara Seumur Hidup

Tajuk.co 16/10/2020 15:30 WIB
image
Kementerian BUMN Dukung Penjara Seumur Hidup bagi Koruptor Korporasi. (foto: dok. tajuk)

Tajuk.co, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung sepenuhnya, pelaku kejahatan korporasi diberi hukuman penjara seumur hidup, dan diminta membayar ganti rugi atas kejahatan yang dilakukan. Hal itu dilakukan untuk memberi efek jera bagi pelaku tindak korupsi, terutama diperusahaan-perusahaan milik negara. Seperti halnya beberapa mantan pejabat PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang sudah divonis penjara seumur hidup, karena tindak korupsi yang merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah.

"Ini merupakan vonis yang belum pernah terjadi juga. Adanya vonis sampai seumur hidup untuk tindak kejahatan korporasi. Apalagi kita tahu ada tuntutan ganti sampai Rp16,8 triliun, ini adalah langkah-langkah juga untuk mengembalikan kerugian yang dialami oleh Jiwasraya," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga kepada wartawan di Jakarta, Jum'at (16/10/2020).

Seperti diketahui, beberapa mantan pejabat Jiwasraya divonis penjara seumur hidup. Mereka adalah mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan, Jiwasraya Hary Prasetyo, dan eks Kepala Divisi (Kadiv) Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan.

Menurut Arya, dengan adanya vonis seumur hidup penjara hal itu menunjukan keseriusan dari Kementerian BUMN serta aparat penegak hukum untuk benar-benar memberantas pelaku kejahatan korupsi. Terlebih itu adalah perusahaan milik negara.

"Terhadap dua tersangka lainnya yaitu Heru dan Benny Tjokro saat ini sudah dituntut seumur hidup oleh kejaksaan. Tanpa niat untuk mengintervensi pengadilan ya, kita harapkan juga nantinya vonisnya memberikan rasa keadilan bagi rakyat juga," ujar Arya.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Kamis kemarin, Jaksa Penuntut Umum menuntut Komisaris PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral Heru Hidayat hukuman penjara seumur hidup dalam skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Selain itu, Benny alias Bentjok diminta membayar uang pengganti Rp6 triliun, sementara Heru Rp10,7 triliun. Keduanya terlibat dalam skandal kasus mega korupsi di Jiwasraya yang merugikan negara hingga puluhan triliun. (TIO)