Kenapa di Mobil Tetap Wajib Gunakan Masker, Ini Alasan Medisnya!

Tajuk.co 18/9/2020 10:07 WIB
image
Viral video curhatan seorang pria yang terkena denda karena tak menggunakan masker, padahal dirinya sedang berada di dalam mobil sendiri (foto: ist)

Tajuk.co, JAKARTA - Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menegaskan, setiap warga wajib menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah, termasuk berkendara seorang diri di dalam mobil.

Aturan tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Setiap warga yang tidak mengenakan masker dapat dikenakan sanksi denda maksimal Rp 250.000 atau sanksi kerja sosial mininal satu jam.

"Jadi ketika kita masuk kendaraan, walaupun sendiri tetap menggunakan masker karena dalam perjalanan kalau tidak menggunakan masker, kita tidak tahu apakah kemudian jendela kaca mobil terbuka atau tidak, kita tidak tahu," kata Arifin dalam diskusi virtual yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (17/9/2020).

Arifin menyampaikan, aturan memakai masker bertujuan melindungi warga dari potensi penularan Covid-19.

"Bukan semata-mata kita ingin memberikan peringatan, sanksi, itu tidak. Jadi tujuan utamanya adalah melindungi masyarakat, mengingatkan bahwa lebih baik menggunakan masker di dalam mobil walaupun sendiri dibanding tidak memakai masker," jelas Arifin.

Di sisi lain, menurut Kepala Puskesmas Kecamatan Pancoran, dr. Sri Lenita menjelaskan pada masa pandemi ini tidak ada yang tahu apakah setiap orang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) atau tidak, kecuali sudah dilakukan testing,

“Artinya semua orang beresiko menjadi OTG. Terutama mereka yang masih beraktivitas keluar,” jelas dr. Nita sebagaimana pesan broadcast whatsapp yang diterima tajuk.co, Kamis (17/9).

Selain itu, mobil ruangan ber-AC dalam kondisi tertutup, yang ditempati dalam waktu yang lama. sendiri di dalam.

“Tentunya beresiko akan terjadi percikan ludah kita saat bersin, batuk , bicara, mungkin nyanyi sambil nyetir, dan sebagainya yang dapat menempel di stir mobil, dashboard mobil, kursi, dan sebagainya. Kalau tidak dilakukan desinfeksi berkala dan rutin maka akan menjadi sumber infeksi virus bila disentuh oleh kita dan keluarga kita yg akan berada di mobil dalam waktu ke depan. Nah kalau tidak cuci tangan maka akan menjadi sumber penularan,” tambahnya.

Karena itu, menurutnya,mengubah perilaku masyarakat tidaklah mudah, butuh waktu untuk menyadari sampai dapat melakukan atas keinginan sendiri.

“Kondisi pandemi yg beresiko kematian membuat harus mendesign bagaimana caranya kebiasaan baru ini menjadi budaya masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah netizen mengkritik sanksi kepada pengendara mobil yang tidak memakai masker meski sendirian di dalam mobil. Salah satu pelanggar mengunggah kritikannya ke media sosial. Dia terkena razia masker ketika berkendara seorang diri.

Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik itu, dia tampak mengenakan masker dan sedang antre untuk membayar denda.

Dia kemudian mempertanyakan penerapan aturan tersebut bagi warga yang melanggar protokol kesehatan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pengetatan. Dia mengaku hanya menurunkan masker beberapa saat untuk bernapas.

Dia merasa tindakan tersebut tidak membahayakan dirinya maupun orang lain. "Tadi aku sendirian, benar-benar enggak ada orang (sambil menunjukkan suasana di dalam mobil)," ujar warga itu. Ia menyarankan Pemprov DKI meninjau ulang aturan tersebut. Walaupun dikenakan sanksi denda, perempuan tersebut tetap mengimbau warga tetap menggunakan masker di mana pun dan kapan pun selama beraktivitas di luar rumah.