KKP Usulkan Tambahan Pagu Anggaran Rp8,04 T untuk Tahun 2022

Tajuk.co 7/6/2021 20:13 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta anggaran tambahan dalam rancangan pagu indikatif belanja 2022 sebesar Rp8,04 triliun menjadi Rp14,1 triliun. Anggaran itu bakal dipakai untuk meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan.
"KKP mengusulkan tambahan pagu anggaran sebesar Rp8,043 triliun," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Senin (7/6).

Menurut Trenggono, sapaan akrabnya, penambahan anggaran diperlukan mengingat masih banyak peran strategis KKP dalam agenda pembangunan nasional yang belum tertampung dalam pagu indikatif belanja 2022.

Selain itu, anggaran tambahan juga diperlukan untuk melaksanakan kegiatan prioritas utama KKP dalam melayani kepentingan masyarakat untuk pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan.

Ia merinci, tambahan anggaran terdiri atas belanja operasional Rp236,61 miliar untuk pemenuhan belanja pegawai dan operasional perkantoran di pusat dan daerah.

Kemudian, belanja nonoperasional Rp7,8 triliun untuk melaksanakan program prioritas nasional dan terobosan KKP.

Berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bapenas Nomor S-361 dan B.238 tanggal 29 April 2021 perihal Pagu Indikatif Belanja K/L TA 2022, KKP mendapatkan alokasi anggaran Rp6,122 triliun yang terdiri dari belanja operasional Rp2,6 triliun dan belanja non operasional Rp3,5 triliun.

"Usulan tambahan pagu anggaran yang telah kami sampaikan, pada intinya adalah untuk penguatan kehadiran pemerintah di masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan," ujar Trenggono.

Terkait penyerapan anggaran KKP Tahun 2021, per 1 Juni 2021, realisasinya mencapai Rp1,58 triliun atau 24,07 persen dari total pagu anggaran Rp6,562 triliun.

Sebelumnya Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyatakan anggaran sektor kelautan dan perikanan nasional harus ditambah secara signifikan. Pasalnya, anggaran KKP selama beberapa tahun terakhir turun dan berdampak pada rendahnya kinerja KKP.

"Sejak 2015 anggaran KKP sebesar Rp10,65 triliun lalu tahun 2017 turun menjadi Rp9,14 triliun, kemudian pada 2019 turun drastis menjadi Rp5,51 triliun, dan tahun 2020 lalu hanya berkisar Rp5,26 triliun," ujarnya.

Padahal, potensi kelautan dan perikanan Indonesia sangat luar biasa, yaitu memiliki luas perairan seluas 6,4 juta kilometer persegi dan luas landas kontinen 2,8 juta kilometer persegi serta panjang garis pantai 108 ribu km.

Ia juga mengingatkan potensi lestari sumber daya ikan laut Indonesia diperkirakan mencapai 12,54 juta ton per tahun yang tersebar di seluruh wilayah perairan. (FHR)