Kominfo akan Lacak Pasien Corona via Teknologi Ponsel

Tajuk.co 25/3/2020 12:40 WIB
image
Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ahmad Ramli.

Tajuk.co, JAKARTA - Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ahmad Ramli akan melacak dan menelusuri rekam jejak mobilitas pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pengawasan (ODP) hingga pasien positif virus corona (SARS-CoV-2) melalui teknologi berbasis nomor ponsel.

Ramli mengatakan, banyak negara telah menerapkan penelusuran maupun pelacakan pasien corona. Kominfo juga sudah melakukan koordinasi dengan seluruh operator seluler terkait pelacakan jejak rekam melalui nomor ponsel.

"Kami sedang mempelajari berbagai kemungkinannya.  Kami sedang koordinasikan dengan semua operator. Kita harus gerak cepat mengingat kondisi ini harus segera diatasi," kata Ramli di Jakarta, Rabu (24/3/2020).

Sedangkan Wakil Direktur Utama Tri Hutchison, Danny Buldansyah mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah meminta rekam jejak mobilitas para pasien corona selama 30 hari kebelakang kepada para operator seluler.

Dalam hal ini Tri baru sanggup memberikan rekam mobilitas selama 14 hari ke belakang.

"Kami sedang siapkan semacam aplikasi bersama. Pertama kami akan mendapatkan nomor nomor ponsel seluruh orang yang masuk kasus corona. Kemudian yang diminta adalah bagaimana melihat orang-orang tersebut 14 hari ke belakang," kata Danny.

Danny mengatakan seluruh operator seluler telah diajak oleh Kemenkominfo. Kemenkominfo telah mengadakan beberapa kali rapat koordinasi dengan operator seluler terkait rekam jejak mobilitas pasien ini.

"Rekam jejak ini khusus untuk Kemenkominfo [pemerintah] dan bukan untuk umum. Operator akan memasok data rekam jejaknya," kata Danny.

Danny mengatakan saat ini operator seluler belum memperoleh nomor-nomor ponsel yang hendak dilacak. Ia mengatakan 'aplikasi' khusus Kemenkominfo berada di bawah tanggung jawab Ditjen PPI.

Danny juga mengingatkan memang ada beberapa operator yang tidak memiliki rekam jejak mobilitas konsumen selama 14 hari. Kapasitas rekam jejak setiap operator berbeda-beda.(MMU)