Komitmen Pemprov DKI Selesaikan Penataan Empat Stasiun Meski Wabah COVID-19 Melanda

Tajuk.co 2/6/2020 22:59 WIB
image
Wajah baru stasiun Tanah Abang setelah dilakukan penataan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama dengan PT MRT Jakarta dan PT KAI (Foto: Dok Humas Pemprov DKI Jakarta)

Tajuk.co, JAKARTA – Wabah COVID-19 yang terjadi sejak Bulan Februari 2020, tidak menyurutkan langkah Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan penataan Kawasan 4 (empat) stasiun. Yaitu, Stasiun Juanda, Stasiun Senen, Stasiun Tanah Abang, dan Stasiun Sudirman.

Penataan hasil kolaborasi dengan PT MRT Jakarta dan PT KAI ini tercatat dimulai sejak diresmikannya sinergi pengelolaan moda transportasi antara pemerintah pusat dan DKI Jakarta yang terwujud dalam pembentukan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ), pada 10 Januari 2020.

Untuk mewujudkan sinergi tersebut, penataan di kawasan empat stasiun tersebut pun telah rampung. Uji coba pun dilakukan secara bertahap.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyampaikan, uji coba telah dilakukan terlebih dahulu untuk kawasan Stasiun Juanda pada 11 Maret lalu. Kemudian, uji coba di tiga kawasan stasiun lainnya dilakukan di awal Juni ini, dengan jadwal sebagai berikut:


- Stasiun Tanah Abang mulai tanggal 2 Juni 2020 sampai dengan peresmian;
- Stasiun Pasar Senen mulai tanggal 3 Juni 2020 sampai dengan peresmian;
- Stasiun Sudirman mulai tanggal 5 Juni 2020 sampai dengan peresmian.

"Pelaksanaan uji coba secara resminya dilaksanakan pada pukul 08.00, namun secara teknis di lapangan operasional angkutan telah mulai di-re-route sejak pukul 06.00. Sebelumnya juga telah dilaksanakan sosialisasi secara langsung kepada para pengemudi angkutan umum di sekitar kawasan Stasiun Tanah Abang, para operator angkutan umum, dan para penumpang," jelas Syafrin.

Lebih lanjut, Syafrin mengungkapkan, pelaksanaan uji coba ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memonitor konsep integrasi antar moda yang menjadi tujuan penataan Kawasan Stasiun. Sehingga, segala sesuatunya bisa diperbaiki sebelum dilakukan peresmian, agar penataan optimal.

"Seperti kita ketahui, tujuan utama penataan kawasan stasiun adalah mengintegrasikan seluruh moda yang ada di kawasan stasiun, sehingga pergerakan penumpang menerus baik, dari KRL ke angkutan lanjutan ataupun sebaliknya dari angkutan lanjutan ke KRL. Selain itu, dilakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas agar lalu lintas di sekitar stasiun lebih lancar. Jadi, keunggulan dari penataan kawasan stasiun ini, khususnya di Stasiun Tanah Abang, adalah integrasi di mana seluruh kegiatan naik-turun penumpang dilaksanakan di dalam area stasiun (area transit), sehingga tidak menimbulkan permasalahan lalu lintas di sekitarnya," terang Syafrin. (BDN)