KPAI Sebut Sebanyak 20,46 Persen Sekolah Belum Siap PTM

Tajuk.co 6/6/2021 21:42 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti menyebut sebanyak 79,54 persen siap melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Dengan kata lain, masih ada 20,46 persen sekolah belum siap melakukan PTM.
Persentase tersebut diambil dari hasil pengawasan persiapan PTM yang dilakukan oleh KPAI terhadap 42 sekolah di 12 Kabupaten/kota di 7 provinsi di Indonesia.

"Kesiapan PTM yang mencapai 79,54 persen, dan yang belum siap hanya 20,46 persen," ujar Retno dalam Konferensi Pers Amankah Pembelajaran Tatap Muka pada Juli 2021 yang disiarkan secara daring, Minggu (6/6).

Retno mengatakan angka kesiapan tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. KPAI mencatat kesiapan sekolah PTM pada 2020 yaitu 16,7 persen.

Angka tersebut hasil dari pengawasan terhadap 42 sekolah di 21 kabupaten/kota di 9 provinsi di Indonesia.

"Jadi kenaikannya luar biasa dari 16,7 berdasarkan daftar periksa kami," ucapnya.

Retno mengatakan pihaknya telah merekomendasikan kepada pihak-pihak terkait untuk menambah anggaran persiapan PTM pada 2020 lalu. Sebab anggaran tersebut bisa digunakan untuk menunjang kesiapan sarana dan prasarana.

"Setelah hasil pengawasan KPAI keluar, kita sudah menyerukan bahwa Pemda wajib untuk mendukung pembukaan sekolah ini dengan membantu anggaran," ucapnya.

"Memang 2021 ini banyak daerah menganggarkan terhadap pembukaan sekolah dan hasilnya adalah 79,54 persen," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-ristek) Nadiem Makarim mengatakan sekolah dengan skema pembelajaran tatap muka akan dilakukan mulai Juli 2021. Kebijakan tersebut diambil di saat kasus Covid-19 sedang melonjak akibat pascalibur lebaran.

Nadiem mengatakan tidak ada tawar menawar demi pendidikan. Sebab, masa depan Indonesia sangat bergantung pada sumber daya manusia.

"Tidak ada tawar-menawar untuk pendidikan, terlepas dari situasi yang kita hadapi," ujar Nadiem dalam acara yang disiarkan YouTube Kemendikbud RI, Rabu (2/6). (FHR)