KPK Berharap Vonis Eks Menpora Imam Nahrawi 10 Tahun

Tajuk.co 29/6/2020 08:47 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta bisa memenuhi tuntutan 10 tahun penjara dalam amar putusan terdakwa mantan Menpora Imam Nahrawi.

Adapun tututan yang disampaikan Jaksa KPK, yakni menjatuhkan vonis terhadap Imam dengan hukuman 10 tahun penjara atas perkara dugaan suap pengurusan dana hibah pemerintah kepada KONI melalui Kempora.

"KPK tentu berharap majelis hakim akan mempertimbangkan seluruh fakta-fakts hukum sebagaimana uraian analisis yuridis JPU KPK dalam tuntutannya dan kemudian menyatakan terdakwa bersalah dengan hukuman sebagaimana amar tuntutan JPU yang sudah dibacakan dan diserahkan di persidangan," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2020).

Diketahui, hari ini (29/6/2020) pengadilan Tipikor Jakarta bakal menggelar sidang perkara Imam Nahrawi dengan mengagendakan pembacaan amar putusan oleh majelis hakim.

"Benar, hari ini Senin, sesuai jadwal persidangan adalah putusan Majelis Hakim atas perkara atas nama terdakwa Imam Nahrawi," tutur Ali.

Selain tuntutan hukum 10 tahun penjara, Politisi PKB itu juga dituntut membayar denda senilai Rp 500 juta, dan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 19,1 miliar serta pencabutan hak politik.

Tuntutan ini dinilai sesuai, karena Jaksa meyakini Imam terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap sebesar 11.500.000.000 bersama-sama dengan asisten pribadinya, Miftahul Ulum.

Adapun suap tersebut diberikan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan oleh KONI Pusat kepada Kempora tahun anggaran 2018.

Jaksa meyakini Imam Nahrawi bersama-sama asprinya Miftahul Ulum telah menerima gratifikasi dengantl total Rp 8.648.435.682. Penerimaan gratifikasi itu dilakukan Imam melalui Ulum secara bertahap dari sejumlah pihak.(BPP)