Laba Bersih Otomotif Astra Turun 79 Persen

Tajuk.co 1/8/2020 13:29 WIB
image
Penjualan Otomotif Group Astra turun 79% (foto: astra internasional)

Tajuk.co, JAKARTA - Pademi Covid-19 memukul industri otomotif, tak terkecuali kelompok usaha dibawah naungan PT Astra International Tbk. Berdasarkan siaran pers, Sabtu (1/8), laba bersih divisi otomotif Astra turun sebesar 79 persen menjadi hanya Rp716 miliar sepanjang semester pertama 2020. Penurunan penjualan paling signifikan terjadi pada kuartal kedua tahun ini.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro mengatakan, kinerja bisnis dan keuangan Grup Astra (Grup) sangat terdampak secara signifikan akibat pandemi Covid-19. Langkah-langkah penanggulangan pandemi yang diterapkan di sebagian besar wilayah Indonesia telah berdampak kepada operasi Grup secara substansial.

“Penutupan sementara kegiatan manufaktur dan distribusi otomotif sangat berpengaruh," jelasnya.

Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan, penjualan mobil nasional menurun 46 persen menjadi 261.000 unit pada semester pertama 2020. Data Gaikindo menyebutkan, penjualan mobil Astra menurun 45 persen menjadi 139.500 unit, dengan pangsa pasar stabil sebesar 53 persen.

Pada kuartal kedua 2020, penjualan turun 92 persen dibandingkan kuartal pertama, meskipun sejumlah varian terbaru diluncurkan. Sebanyak 6 model baru dan 10 model revamped telah diluncurkan pada semester pertama 2020.

 

Pasar Motor

Sedangkan sepeda motor secara nasional, berdasarkan data Kementerian Perindustrian, penjualan menurun 42 persen menjadi 1,9 juta unit pada semester pertama 2020. Penjualan Honda Astra sendiri, menurun 40 persen menjadi 1,5 juta unit, dengan pangsa pasar meningkat dari 75 persen menjadi 77 persen.

Pada kuartal kedua 2020, penjualan Honda Astra menurun 80 persen, dibandingkan dengan kuartal pertama. Sebanyak tiga model baru dan enam model revamped telah diluncurkan pada semester pertama 2020.

 

Pasar Komponen

Sementara bisnis komponen otomotif Grup, dengan kepemilikan 80 persen, PT Astra Otoparts Tbk (AOP), mencatatkan rugi bersih sebesar Rp296 miliar dibandingkan laba bersih sebesar Rp246 miliar pada semester pertama tahun lalu.

Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen pabrikan atau original equipment manufacturer (OEM) dan pasar suku cadang pengganti atau replacement market (REM). (*/Kang SL)