Liburan Maulid, Trafik Kendaraan di Merak-Bakauheuni Diprediksi Turun 22%

Tajuk.co 25/10/2020 17:51 WIB
image
Ilustrasi pelabuhan penyeberangan Padang Bai.

Tajuk.co, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi trafik ken araan yang menyeberang di Pelabuhan Merak-Bakauheni akan turun 22 persen selama masa liburan panjang Maulid Nabi SAW tahun ini.

Produksi rata-rata harian pada libur panjang besok diprediksi mencapai 5.256 unit kendaraan dan 5.190 unit kendaraan campuran per hari, dimana pada saat puncak arus berangkat dari Merak pada H-1 diperkirakan mencapai 9.570 unit kendaraan, dan puncak arus balik dari Bakauheni pada H+2 dan H+3 sebanyak 7.270 unit dan 8.360 unit kendaraan campuran.

“Namun, kami pastikan arus berangkat dan balik terlayani dengan baik, karena ASDP menyiapkan kapasitas terpasang kapal yang memadai, rata-rata sebanyak 18.700 unit kendaraan campuran per harinya dengan total kapal 59 unit siap operasi di lintasan Merak-Bakauheni," kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi melalui keterangan pers yang diterima tajuk.co di Jakarta, Minggu (25/10/2020).

Di lintasan Ketapang-Gilimanuk, kata Ira, pergerakan kendaraan diperkirakan juga akan turun sekitar 27 persen.

Namun, pada saat libur panjang besok arus kendaraan akan mengalami kenaikan dibandingkan hari normal seiring rencana perjalanan liburan masyarakat dari Jawa ke Bali atau sebaliknya.

Rata-rata produksi harian kendaraan dari Ketapang sebanyak 4.852 unit dan dari Gilimanuk sebanyak 4.886 unit.

"Diperkirakan trafik kendaraan akan naik dari Ketapang pada puncak arus berangkat H-1 sebanyak 5.440 unit dan arus balik H+3 sebanyak 6.110 unit. Sedangkan dari Gilimanuk puncak arus berangkat dan arus balik pada H-1 dan H+3 dengan trafik kendaraan sebanyak 6.160 unit. Kami pastikan di lintasan tersibuk kedua ini juga terlayani dengan baik seiring kapasitas kapal terpasang yang memadai sebanyak 10.500 unit kendaraan campuran yang dilayani kapal siap operasi sebanyak 54 unit kapal," tutur Ira.

Ira mengatakan, sejak awal ASDP terus menyosialisasikan agar pengguna jasa ferry mempersiapkan perjalanan dengan sebaik-baiknya termasuk dengan melakukan pembelian tiket melalui Ferizy.

ASDP tidak ada lagi melakukan penjualan tiket di pelabuhan.

Melalui online, tiket dapat dibeli mulai dari 60 hari sebelum (H-60) hingga 5 jam (J-5) sebelum jadwal masuk pelabuhan.

Saat melakukan reservasi tiket ferry online, pengguna jasa wajib mengisi data penumpang dan kendaraan sesuai dengan kartu indentitas dan STNK.

"Seiring dengan pembatasan kuota kapasitas (port capacity management), pastikan pengguna jasa telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan. Dan kami imbau pengguna jasa melakukan check in mulai 2 jam sebelum jadwal masuk pelabuhan dengan mempersiapkan e-ticket dan kartu identitas," tuturnya lagi.

Pada periode layanan libur panjang ini, ASDP juga menerapkan proses screening (stopper) di sejumlah titik akses jalan menuju pelabuhan yang berperan untuk memastikan bahwa pengguna jasa sudah memiliki tiket.

Dengan demikian, penumpukan kendaraan di area toll gate pelabuhan dapat dihindari. (HAS)