Luhut Ramal 6 Bulan Kedepan Indonesia Rawan Bencana

Tajuk.co 13/10/2020 14:15 WIB
image
BMKG prediksi sebagian wilayah Indonesia akan alami La Nina. (foto: bmkg)

Tajuk.co, JAKARTA - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan dalam waktu enam bulan kedepan Indonesia akan dilanda curah hujan yang tinggi. Sehingga hal itu sangat berpotensi menimbulkan hidrometeorologi atau berbagai bencana alam seperti banjir, angin puting beliung, longsor ataupun tsunami.

"Tadi dilaporkan Badan Meteorelogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa selama enam bulan kedepan ini ada La Nina. Hujan di Indonesia ini curahnya bisa naik 40%, supaya kita bisa melakukan antisipasi," kata Luhut saat memberi keterangan pers secara virtual di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Luhut mengatakan bahwa, mengantisipasi terjadinya musibah bencana ditanah air, kepala daerah harus aktif mensosialisasikan ancaman bencana yang kapan saja bisa terjadi. Begitu juga dengan BMKG, menurutnya BMKG harus memiliki sistem early warning dini yang tersistem dengan daerah. Sehingga jika ada ancaman bencana dapat segera bisa diantisipasi dengan cepat. Hal itu mengingat Indonesia adalah negara kepulauan.

"BMKG kita makin canggih, jadi membuat ramalan-ramalan kita makin bagus. Karena itu memang kami, Presiden khususnya mengingatkan kami untuk betul-betul melihat semua laporan BMKG sebagai landasan kita bekerja," kata Luhut.

Terkait ancaman bencana alam tersebut, Luhut meminta dengan khusus para Gubernur agar mempersiapkan daerahnya masing-masing. Karena bencana alam seperti banjir, longsor ataupun tsunami bisa saja terjadi dengan cepat kapan saja dan dimana saja.

"Saya berikan contoh mulai Oktober ini diramalkan akan banyak hujan deras, dan itu juga akan terjadi longsor dan bisa mungkin saja ada tsunami atau mungkin ada gempa bumi. Nah itu juga nanti akan berpengaruh terhadap penanganan Covid-19, karena ada pengungsi dan sebagainya. Karena itu, kita minta masyarakat ikut membantu jangan sampai tidak menuruti warning yang sudah disebarluaskan oleh BMKG," katanya. (TIO)