Menhub Budi Karya Targetkan Bandara Kertajati Majalengka Beroperasi Normal Januari 2022

Tajuk.co 8/6/2021 21:00 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, akan beroperasi normal pada Januari tahun depan.
Ia menuturkan operasional bandara tersebut akan makin optimal dengan adanya Tol Cisumdawu. Tol diharapkan bisa mempersingkat waktu tempuh dari Bandung dan sekitarnya.

"Kertajati akan beroperasi Januari tahun depan secara normal, karena jalan tol akan segera selesai," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (8/6).

Sebagai informasi, pembangunan jalan tol akses menuju Bandara Kertajati yang terkoneksi dengan Tol Cipali dimulai dari KM 158+700. Secara teknis jalan tol utama memiliki 4 lajur untuk dua arah dengan lebar 3,6 meter. Sementara untuk akses ramp memiliki lebar lajur 4 meter yang dilengkapi 2 jembatan.

Budi Karya melanjutkan pembangunan Bandara Kertajati merupakan salah satu langkah pemerintah untuk menggerakkan sektor pariwisata.

Selain Kertajati, Kementerian juga membangun infrastruktur transportasi di sejumlah destinasi wisata lain seperti Yogyakarta International Airport (YIA), serta pembangunan bandara di Lombok untuk menyambut perhelatan Moto GP.

"Kami juga membangun di Bali yang masih menjadi pusat destinasi pariwisata di Indonesia, dengan membangun pelabuhan di Sanur dan Nusa Penida dan merencanakan membangun bandara di Bali Utara," ucapnya.

Budi Karya mengatakan adanya pembatasan kapasitas penumpang dan pembatasan lainnya di sektor transportasi telah berdampak pada sektor pariwisata. Namun hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk menekan penyebaran covid-19 di Indonesia.

"Kita lakukan pembatasan mudik sehingga pergerakannya hanya 10 persen saja. Penerbangan internasional juga kita batasi, sehingga tidak ada lagi travel yang di-carter," tutur Menhub.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, ia mengklaim Indonesia menjadi salah satu negara yang dianggap cepat bangkit dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya.

"Sekarang hasilnya terlihat relatif lebih baik, dibandingkan dengan Malaysia dan Filipina mungkin yang lebih baik dari kita hanya Vietnam dan Singapura," tandasnya. (FHR)