Menkeu Klaim Gelontorkan Rp2,6 Triliun Untuk Pesantren

Tajuk.co 22/10/2020 14:30 WIB
image
Kementerian Keuangan gelontorkan dana Rp2,6 Triliun untuk Pesantren selama pandemi Covid-19. (foto: pikiran-rakyat.com)

Tajuk.co, JAKARTA - Memperingati Hari Santri Nasional, pemerintah melalui Kementerian Keuangan setidaknya telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk pendidikan pesantren. Dengan adanya bantuan anggaran tersebut, diharapkan pesantren dapat tetap berkontribusi dalam memulihkan ekonomi nasional ditengah ancaman krisis ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.

"Pemerintah memberikan alokasi hingga Rp2,6 triliun dalam rangka menyiapkan pesantren, untuk bisa beradaptasi terhadap kebiasaan baru akibat adanya pandemi Covid-19 atau new normal," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani secara virtual dalam acara Perayaan Hari Santri Nasional, di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Sri Mulyani mengatakan bahwa, anggaran khusus untuk pendidikan pesantren cukup terbilang besar. Bahkan ada juga bantuan lain dari berbagai anggaran Kementerian dan Lembaga yang nilainya kurang lebih mencapai Rp991 miliar. Dari anggaran Rp2,6 triliun, Rp2,38 Trilun diberikan untuk bantuan pendidikan, sementara Rp211,7 miliar untuk bantuan belajar online selama tiga bulan.

"Pemerintah juga membantu akses pembiayaan untuk para santri, untuk menyelenggarakan usaha produktif yaitu KUR. Kami harapkan para santri dapat menggunakan dalam rangka membiayai usaha produktif, dengan mengakses pembiayaan KUR di kantor cabang pelaksana terdekat, termasuk yang melayani syariah," ujar Sri Mulyani.

Selain bantuan di sektor pendidikan pesantren, pemerintah kata Bendahara Negara tersebut juga memberikan insentif kepada ustadz, guru dan pengasuh pondok pesantren melalui bantuan sosial dan bantuan pembangunan atau perbaikan sarana prasarana di 10 provinsi. Dengan berbagai bantuan yang diberikan oleh pemerintah, diharapkan semua sektor bisa pulih seperti sedia kala.

"Pemerintah mengalokasikan berbagai anggaran di dalam rangka menolong masyarakat dan dunia usaha untuk bisa bertahan dan kembali pulih," katanya.

Dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp695,2 triliun tahun ini. (TIO)