Meski Pandemi, Ekspor Gula Merah Jalan Terus

Tajuk.co 20/4/2020 13:05 WIB
image
Produk gula semut lokal banyak diminati di luar negeri. Foto: HIP/Tajuk.co

Tajuk.co, JAKARTA – Balai Karantina Pertanian Kelas II D.I Yogyakarta mencatat ekspor gula merah kelapa selama periode triwulan pertama tahun 2020 mencapai 311 ton dengan nilai Rp19,27 miliar. produk unggulan kota pelajar tersebut diekspor untuk kebutuhan pasar Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Serbia, Turki, Australia, Hongkong dan Malaysia.

“Walaupun saat ini perdagangan dunia sedang mengalami kendala akibat pandemi Covid-19, kami meyakini, permintaan akan produk-produk pangan yang dikonsumsi untuk kesehatan dan diet, seperti gula merah selalu konsisten dibutuhkan pasar dunia," kata Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono di Jakarta, Minggu (19/4/2020).

Lebih lanjut Kasdi mengatakan, untuk mendorong pertumbuhan ekspor hasil olahan produk perkebunan seperti gula merah kelapa dibutuhkan strategi yang tepat. Misalnya dengan meningkatkan kualitas produk, agar memiliki nilai tambah dan memiliki daya saing. Apalagi Indonesia juga dikenal sebagai negara utama produsen kelapa terbesar didunia.

"Saya kira tinggal bagaimana strategi yang tepat untuk menjaga akses pasarnya tetap terbuka. Tentunya dengan koordinasi yang intensif goverment to goverment (g to g), goverment to bussiness (g to b), dan bussiness to bussiness (b to b) atau melalui perwakilan dagang Indonesia di luar negeri,” ujar dia.

Kasdi mengungkapkan, kebutuhan gula merah kelapa ke depannya akan semakin lebih besar. Karena gula merah kelapa ekstraksi atau aren memiliki keunggulan yang tidak dimiliki gula jenis lainnya.

"Ini kesempatan emas buat pelaku usaha gula merah untuk menggenjot produksinya. Sebab, kebutuhan gula merah untuk diet dan kesehatan di pasar interrnasional semakin meningkat," katanya.

Untuk diketahui, gula merah, khususnya dalam bentuk bubuk atau gula semut memiliki kandungan glukosa yang lebih rendah kalorinya dibandingkan dengan jenis gula lainnya. Gula semut juga sangat dianjurkan bagi penderita penyakit diabetes, agar kadar gula dalam darah dapat terkontrol.

Gula merah merupakan komoditas dagang Indonesia yang saat ini sedang menjadi komoditas ekspor potensial. Pertumbuhan pangsa pasar dunia untuk komoditi gula merah, baik berbentuk koin padat, bubuk/gula semut, maupun berbentuk kristal ini selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data BPS yang diolah Ditjen Perkebunan, tahun 2020 volume ekspor gula kelapa Indonesia hingga Februari 2020 mencapai 333,93 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar USD 171,23 juta. Volume Ekspor ini meningkat 16,5% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang hanya sebesar 286,72 ribu ton. (TIO)