Mimpi PKS Rebut Suara Rakyat yang Kecewa Jokowi Tuai Keraguan

Tajuk.co 28/12/2020 07:57 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Koalisi pendukung Presiden Joko Widodo meragukan target Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mampu merebut suara dari kalangan yang kecewa dengan pemerintahan pada satu tahun ke belakang.

Politikus PDIP Masinton Pasaribu mengakui ada masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Jokowi. Akan tetapi, ia tidak yakin kelompok itu lantas bergeser memilih PKS pada Pemilu 2024.

"Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah tidak secara otomatis mengalihkan dukungannya kepada partai politik oposisi," kata Masinton, Minggu (27/12).

Terpisah, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menilai sebagian masyarakat tidak puas dengan pemerintah karena pandemi Covid-19. Namun, ia menyebut pemerintah sudah berusaha keras menangani pandemi dan dampaknya.

Wakil Ketua MPR itu justru menyindir balik PKS. Ia menyebut PKS ingin mengambil keuntungan elektoral saat Jokowi sibuk menangani pandemi.

"Silakan saja kalau ada yang mau mengais keuntungan politik dari keadaan krisis yang tengah dihadapi pemerintah dan masyarakat akibat Covid-19," ujar Jazilul, Minggu (27/12).

Politikus PPP Ahmad Baidowi juga ikut menyindir PKS. Ia mengatakan belum tentu orang yang tak puas dengan Jokowi akan memilih PKS. Sebab di luar pemerintahan masih ada Demokrat dan PAN.

Selain itu, Awiek menilai pernyataan PKS terlalu dini. Masih ada sekitar 3 tahun sebelum pemilu berikutnya bergulir.

"Setahun belum bisa jadi ukuran karena pemilunya masih lama. Setidaknya nanti tahun ketiga baru bisa membentuk opini. Kalau sekarang bisa berubah lagi," ucap Awiek, Minggu (27/12).

Sebelumnya, Presiden PKS Ahmad Syaikhu meminta kader partainya untuk mengamankan suara dari masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo.

Mengutip survei Litbang Kompas pada Oktober 2020, Syaikhu menyebut 52,5 persen masyarakat tidak puas dengan kinerja satu tahun pemerintahan Jokowi.

"Suara rakyat yang tidak puas tersebut harus dipastikan mampu berlabuh di Partai Keadilan Sejahtera," ujar Syaikhu dalam Musyawarah Wilayah PKS secara virtual, Minggu (27/12). (FHR)