Monitoring Isu NTB, Porsi Gubernur Zulkieflimansyah Masih Dominan

Tajuk.co WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Kinerja Pemerintah Daerah menjadi sorotan utama dalam era keterbukaan informasi saat ini. Kepala Daerah yang dipilih langsung oleh rakyat akan terus diawasi lewat saluran-saluran yang kini semakin terbuka lewat media sosial.

Salah satu provinsi yang kerap mendapat sorotan secara nasional adalah Nusa Tenggara Barat (NTB). Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) melakukan monitoring media dengan beberapa kata kunci yang relevan untuk NTB sepanjang periode 19 Februari-20 Maret 2020.

Direktur Eksekutif LKSP Astriana B. Sinaga menyebutkan ada empat domain utama tang dilacak. Pertama Kinerja Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Destinasi Pariwisata NTB (Gili dan Mandalika), Visi Pembangunan #NTB Gemilang dan program prioritas Pemprov NTB saat ini seperti #NTBLawanCorona, #NTBSehatdanCerdas serta #NTBBangkit usai gempa hebat beberapa waktu lalu.

Astriana menjelaskan, dalam temuannya menggunakan social media analytical tools, ditemukan jika kinerja Gubernur Zulkieflimansyah mendapatkan mention tertinggi 1,371 (77.72%) disusul isu Mandalika 159 mention, Gili 80 mention, #NTB Gemilang 76 mention, #NTBLawanCorona 34 mention, #NTBSehatdanCerdas 32 mention dan #NTBBangkit hanya 12 mention.

Astriana mengatakan perbincangan soal NTB masih diwarnai oleh sosok Gubernur Zulkieflimansyah. Terlihat dari jangkauan yang mencapai 48,5 juta akun/viewers. Tren percakapan juga cenderung naik (+282,21 persen) dengan kanal utama: Twitter (53,12 persen) dan Facebook (33,00 persen).

Jangkauan terbanyak kedua ditempati Mandalika yang menjangkau 10,54 juta akun/viewers kemudian Gili Lombok menjangkau 2,86 juta akun/viewers.

"Secara jangkauan isu terkini seperti #NTBLawanCorona hanya menjangkau 46.480 warganet dengan terbesar jangkauan di saluran Youtube. Isu #NTBLawanCorona masih kalah dengan #NTB Bangkit (604 ribu) dan visi #NTBGemilang (359 ribu)," papar Astriana.

Mengukur Sentimen

Astriana mengungkapkan, sentimen warganet terhadap NTB cenderung mengarah ke positif dan netral. Respon positif paling besar (25 persen) terhadap isu pariwisata di Gili Lombok, diikuti sikap positif terhadap visi #NTBGemilang (17,11 persen), #NTBLawanCorona (14,71 persen), Gubernur NTB (14,59 persen), dan Mandalika (13,21 persen).

"Sementara itu, respon negatif paling besar (5,88 persen) terhadap isu #NTBLawanCorona, mungkin karena masyarakat mengalami kepanikan sebagaimana di daerah lain," papar Astriana.

"Tapi jika dilihat sentimen berdasar media, justru tidak ada sentimen negatif dari kanal media cetak nasional dan media arus utama. Sentimen negatif baru muncul di media sosial yakni instagram dan twitter, itupun di angka yang sangat kecil dibandingkan sentimen positif," jelas Astriana.

Astriana menyimpulkan, Pemerintah Provinsi NTB cukup aktif dalam menggalang komunikasi publik termasuk melalui kanal media daring dan media sosial.

Peran Gubernur NTB Zulkieflimansyah sangat menonjol dalam komunikasi publik, tidak hanya melalui kanal media daring dan media sosial, namun juga melalui kunjungan lapangan dan pertemuan langsung dengan warga.

"Komunikasi multi-channel itu merupakan strategi yang tepat untuk menjangkau semua lapisan warga, sebab tidak semua warga penetrasi internet di kampung dan desa pedalaman masih sangat terbatas," ungkapnya.

LKSP memberikan catatan agar dilakukan koordinasi dan sinkronisasi komunikasi publik di media daring dan media sosial sebagaimana kegiatan lapangan.

"Agar konten kebijakan atau program prioritas benar-benar terdistribusi merata dan menjangkau semua kalangan, dengan sentimen yang positif," ungkap Astriana. (FHR)