Nadiem: 30 Persen Sekolah di Indonesia Telah Melaksanakan Belajar Tatap Muka

Tajuk.co 31/5/2021 22:46 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan 30 persen sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Ia mengatakan data tersebut didapat dari survei terhadap 40 persen sekolah di Indonesia yang dinilai cukup merepresentasikan keadaan di lapangan.

"Hari ini data masuk angka [sekolah yang sudah tatap muka] meningkat ke 30 persen. Sekarang 30 persen dari sekolah di Indonesia telah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas," kata dia dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR, Senin (31/5).

Nadiem mengatakan setidaknya 20 persen dari sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka sudah membuka sekolah per Februari 2021. Setelah didorong untuk mengikuti langkah tersebut, jumlah sekolah yang sudah belajar tatap muka meningkat.

Sementara, itu mayoritas dari sisa 10 persen sekolah lain yang belum belajar tatap muka mengaku tidak diizinkan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat.

Nadiem lantas meminta anggota dan pimpinan Komisi X DPR menyampaikan kepada pemerintah daerah agar mendorong sekolah segera dibuka.

"Karena ini (pembukaan sekolah) butuh waktu untuk pelatihan, preparasi dan lain-lain. Harus mulai dari sekarang," tuturnya.

Nadiem mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir akan risiko dari penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Ia menyebut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro terbilang efektif memutus mata rantai penularan Covid-19 di wilayah sekitar sekolah.

"Bagi yang sangat cemas dengan mulai terjadinya pembelajaran tatap muka, satu hal yang penting diketahui adalah proses PPKM atau pembatasan mikro ini sudah berjalan dimana-mana dan terbukti efektif," katanya.

Nadiem menekankan bahwa sekolah harus menghentikan kegiatan belajar tatap muka jika ditemukan kasus positif virus corona. Masing-masing pemda juga akan menerapkan hal serupa.

Nadiem pun menekankan kepala sekolah dan pemerintah daerah memiliki peran besar dalam memastikan pembelajaran tatap muka terbatas berjalan dengan lancar dan aman.

"Kepala sekolah harus konsisten edukasi dan memastikan aktivitas pembelajaran dilakukan dengan protokol kesehatan. Mempersiapkan satgas Covid di dalam sekolah dan melakukan penanganan kasus dan boleh menutup sementara [sekolah] kalau ada kasus Covid," lanjut dia.

Sebelumnya, Nadiem menargetkan semua sekolah sudah dibuka pada Juli 2021. Meski begitu, belajar tatap muka tidak wajib bagi siswa. Jika orang tua memiliki pertimbangan tertentu, siswa masih bisa belajar jarak jauh dari rumah.

Sementara, pembukaan sekolah sifatnya wajib dilakukan bagi sekolah yang sudah melakukan vaksinasi guru dan tenaga kependidikan. Nadiem mengharapkan vaksinasi paling lambat rampung pada Agustus 2021. (FHR)