Nasib Koeman dan Messi di Era Presiden Baru Barcelona

Tajuk.co 9/3/2021 07:23 WIB
image
Joan Laporta berbincang dengan Ronald Koeman. Foto: barcelona fc

Tajuk.co BARCELONA – Setelah berminggu-minggu tertunda akibat pandemi virus corona, Barcelona FC akhirnya menggelar pemilihan presiden klub Minggu 7 Maret 2021. Joan Laporta terpilih sebagai Presiden baru Barcelona FC dan menaruh mendapat kepercayaan untuk membawa klub ke masa depan yang sejahtera.

Lebih dari 111.000 anggota atau socios, memberikan suara,  baik secara langsung di TPS maupun melalui surat untuk menentukan siapa pengganti Josep Maria Bartomeu, yang mengundurkan diri Oktober lalu, hanya beberapa hari sebelum mosi tidak percaya yang dijadwalkan terhadap kepengurusannya.

Laporta terpilih dalam situasi Barca sedang mengalami kesulitan. Utang klub mencapai lebih dari € 1 miliar atau sekitar Rp 17 triliun, manta Presiden klub Bartomeu juga menghadapi dakwaan pelanggaran administrasi dan korupsi bisnis.

Tim utama membutuhkan perombakan signifikan untuk mengejar gelar liga dan Piala Champions. Namun kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh COVID-19 membuat hal itu sulit diwujudkan. Pasukan Ronald Koeman harus mengejar Atletico Madrid di LaLiga dan kemungkinan tersingkir dari Liga Champions setelah pada leg pertama babak 16 besar kalah dari Paris Saint-Germain.  

Ini situasi terberat bagi Barca dan dapat berdampak signifikan pada masa depan klub jangka menengah.

Tiga Kandidat

Ada tiga kandidat yang masuk bursa pemilihan Presiden Barca, yakni Joan Laporta, Toni Freixa dan Victor Font. Favoritnya adalah Laporta, yang sebelumnya pernah memegang jabatan tersebut dari 2003-2010, salah satu periode paling sukses Barca karena memenangkan 12 trofi utama, termasuk treble pertama mereka di bawah Pep Guardiola pada 2009.

Ia tetap populer dengan sebagian besar basis penggemar dan bisa dibilang kandidat dengan hubungan terbaik dengan Lionel Messi.

Pesan dari kubu Laporta sederhana: "Kami adalah sekelompok penggemar Barca dengan ide-ide untuk masa depan dan pengalaman untuk melaksanakannya."

Dia berjanji untuk fokus pada hasil sosial dan manusia, sama baiknya dengan hasil di lapangan dan dalam laporan keuangan. Laportaberjanji akan kembali memberi kepercayaan pada produk akademi dari La Masia untuk melengkapi para bintang tim utama.

Dan dia menegaskan, dia adalah kesempatan terbaik yang dimiliki Barca guna meyakinkan Messi untuk menandatangani perpanjangan kontrak.

Nasib Keoman

Ronald Koeman memang sudah muak dengan pertanyaan tentang masa depannya dan akan senang ketika pemilu hari Minggu selesai dan dia dapat mengetahui dari presiden baru seperti apa prospek pekerjaannya.

Barca masih memiliki peluang memenangkan treble musim ini atau berakhir tanpa gelar, namun sepertinya Koeman tidak akan memimpin untuk 2021-22. Laporta dilaporkan telah mempertimbangkan untuk menawarkan pekerjaan itu kepada pemain Arsenal Mikel Arteta, setelah sebelumnya mencetak emas dengan mantan pemainnya, Guardiola yang pada 2008 diberi kesempatan melatih tim utama meski tidak berpengalaman.

Belanja Pemain

Situasi keuangan Barca yang mengerikan membuat perekrutan bintang menjadi hal yang sangat sulit untuk diharapkan. Prioritas Laporta adalah membangun sisi kompetitif di sekitar kapten klub mereka. Laporta mengklaim memilihnya akan memberi Barca peluang terbaik guna meyakinkan Messi untuk bertahan.

Bintang Argentina itu masuk ke tim utama selama masa kepresidenan Laporta sebelumnya dan menikmati kesuksesan besar dalam periode itu, termasuk memenangkan Liga Champions - trofi yang paling dia idamkan - di bawah Frank Rijkaard dan Guardiola. (HIP)