Pacu Produksi Pertanian, Bupati Merauke Minta 60 Unit Alat Combine Harvester

Tajuk.co 20/5/2020 16:09 WIB
image


Tajuk.co, JAKARTA - Untuk meningkatkan kualitas produksi pertanian di Kabupaten Merauke, Bupati Merauke, Fredirikus Gebze meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini (Kementerian Pertanian) sebanyak 60 unit alat combine harvester. Hal itu mengingat besarnya target luas tanam musim gadu atau pasca panen 2020 seluas 25.341 Ha.

“Harapan kami tindak lanjut pada momen yang lalu, guna mendukung peningkatan kualitas produksi di Kabupaten Merauke, kami membutuhkan alat pasca panen. Kami inigin mengajukan  bantuan alat combine harvester sebesar 60 unit supaya petani bisa kerja lebih mudah," ujar Fredirikus di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Fredikikus mengatakan bahwa, strategi pencapaian luas tanam bisa ditingkatkan dengan memaksimalkan percepatan tanam dengan memanfaatkan air. Apalagi dari target luas tanam tahun 2019/2020 baru terealisasi seluas 33.948 Ha. Belum tercapainya sasaran luas tanam itu disebabkan pengaruh iklim dimana curah hujan normal baru terjadi pada awal Februari. Selain itu, kendala OPT yaitu serangan hama tikus dan burung juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran luas tanam tersebut. "Untuk itu saya instruksikan ke jajaran Dinas Pertanian dorong petani bisa segera tanam supaya kekurangan luas tanam dapat direalisasikan pada musim tanam gadu 2020",  ujarnya.

Sebelumnya dalam video conference bersama kepala daerah dalam rangka gerakan percepatan tanam padi dan jagung, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengucapkan terimakasih kepada seluruh Pemerintah Daerah yang dapat hadir dalam pertemuan secara daring tersebut. Dengan demikian dapat bertatap muka langsung dengan Gubernur dan Bupati yang berada langsung di lokasi lahan pertanian untuk melaksanakan panen padi bersama dan melihat kondisi ketersediaan pangan didaerah masing-masing yang diharapkan kondisi pangan di Indonesia dapat terjaga dengan baik. "Persiapan pangan atas dampak Covid-19 ini agar menjadi perhatian serius kita semua. Karena itu saya minta kepada Gubernur bersama Bupati bahu membahu dan bergotong royong dalam menjaga ketersediaan pangan Indonesia. Mengingat berdasarkan ramalan cuaca dari BMKG akan terjadi kemarau panjang," ujarnya.

Terkait musim kemarau yang akan segera terjadi tersebut Mentan meminta pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi sedari dini. Sehingga dampaknya yang akan ditimbulkan bisa ditekan sekecil mungkin. "Saya minta agar segera dipersiapkan lahan-lahan pertanian. Lahan yang telah panen untuk segera dilakukan persiapan penanaman,“ ujar Mentan.

Sementara, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menjelaskan gerakan percepatan tanam ini sesuatu yang tidak bisa ditawar. Hal ini mengingat rekomendasi FAO tentang ancaman krisis panjang akibat musim kemarau yg diprediksi akan terjadi pada puncak Agustus 2020. Kementan menargetkan luas tambah tanam padi periode April-September 2020 seluas 5,62 juta hektar yang dapat menghasilkan beras sebanyak 15,05 juta ton. "Untuk itu, pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan agar target luas tambah tanam itu tercapai. Gerakan tanam serentak ini pasti bisa mewujudkan hal tersebut. Jika skema ini berjalan dengan baik, stok beras kita pastikan aman hingga akhir tahun 2020," ujar Suwandi.

Kabupaten Merauke dengan besaran luasan yang cukup luas dan produksi yang melimpah, yang mampu mensuplay beras ke wilayah-wilayah sekitarnya seperti Jayapura, Timika dan empat kabupaten pemakaran yaitu Merauke, Mapi, Boven Digul dan Asmat, namun mengalami kendala dalam penanganan pasca panen, sehingga diharapkan dukungan dan support Pemerintah Pusat. (TIO)