PAN Minta Maaf Soal Kader Usul Minta RS Khusus Pejabat

Tajuk.co 9/7/2021 20:10 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) meminta maaf terkait pernyataan salah seorang pengurus Irene Rumaseuw, yang meminta pemerintah membuat rumah sakit Covid-19 khusus pasien dari kalangan pejabat negara.

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi menyatakan bahwa pernyataan Rosaline tersebut tidak tepat dan terkesan diucapkan karena perasaan sedih serta emosional.

"PAN mengucapkan permintaan maaf atas pernyataan dokter Rosaline, karena hal itu bukan dan tidak mewakili sikap partai," kata Viva, Kamis (8/7).

Ia pun mengaku bahwa partainya telah memberikan teguran kepada Rosaline atas pernyataan yang meminta pemerintah membuat rumah sakit Covid-19 khusus pasien dari kalangan pejabat negara itu.

Lebih lanjut, Viva menerangkan tentang kondisi Rosaline. Menurutnya, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Papua Barat itu sedang bersedih setelah koleganya sesama kader PAN, John Siffy Mirin dan sejumlah rekannya yang lain meninggal dunia karena tak tertangani di rumah sakit usai terinfeksi Covid-19.

"Di samping itu, dokter Rosaline masih merasa sedih karena ada saudaranya John Mirin, anggota fraksi PAN DPR RI dan beberapa kawannya di partai politik lain meninggal karena tidak tertangani lebih cepat di rumah sakit yang memang sudah full capacity saat itu," ujar Viva.

Menurut Viva, Rosaline merupakan orang baik dan akan menolong semua orang yang meminta pertolongan, terutama yang positif terinfeksi Covid-19. Viva berkata, Rosaline akan sedih jika melihat saudara separtai atau kawan yang wafat karena terinfeksi Covid-19.

Berangkat dari itu, ia meminta masyarakat tidak meragukan sikap PAN dalam memerangi Covid-19. Viva menegaskan, PAN akan terus bersama pemerintah dan masyarakat untuk berjuang melawan Covid-19.

Menurutnya, sikap PAN itu telah dibuktikan dengan partisipasi aktif Fraksi PAN DPR RI dalam merumuskan kebijakan negara serta aksi nyata di lapangan untuk memberikan vaksin kepada masyarakat.

"Kita berjuang bersama dan berdoa agar pandemi Covid 19 segera berakhir di Bumi Pertiwi," tuturnya.

Sebelumnya, Rosaline meminta pemerintah membuat rumah sakit Covid-19 khusus pasien dari kalangan pejabat negara. Ia mengaku heran dengan sikap pemerintah yang tidak memikirkan masalah kesehatan pejabat negara.

"Saya minta perhatian kepada pemerintah, bagaimana caranya harus ada rumah sakit khusus buat pejabat negara. Segitu banyak orang dewan kok tidak memikirkan masalah kesehatannya," kata Rosaline dalam diskusi bertajuk 'Persepsi Netizen Terhadap Penanganan Covid-19' yang digelar daring, Rabu (7/7).

Rosaline menilai pemerintah lupa harus menyediakan fasilitas kesehatan Covid-19 khusus untuk pejabat negara, walaupun para elite itu biasanya dirujuk untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Dia berpandangan demikian karena menurutnya pejabat negara seharusnya diistimewakan karena bekerja memikirkan negara dan rakyat.

"Saya tahu ada RSPAD. Tapi begitu corona lahir, Kemenkes harus mulai waspada. Harus sudah mulai waspada, karena pejabat negara ini harus diistimewakan. Dia ditempatkan untuk memikirkan negara dan rakyatnya," katanya. (FHR)