Panglima TNI Hadi Tjahjanto Pimpin Ratas Penanganan Corona di Kudus

Tajuk.co 6/6/2021 21:51 WIB
image

Tajuk.co, KUDUS -- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal Hadi Tjahjanto, memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan virus corona (Covid-19) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Ratas ini turut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Kudus HM Hartopo, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito.

"Pak Bupati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus memiliki tanggung jawab karena saat ini 60 desa yang menjadi zona merah agar menjadi hijau kembali. Tentunya harus memiliki sistem yang baik. Dandim dan Kapolres serta jajarannya harus membantu Bupati agar terbentuk sistem yang baik dalam penanganan Covid-19 di Kudus," ujar Hadi dalam keterangan resmi, Minggu (6/6).

Hadi mengingatkan agar masyarakat Kudus lebih meningkatkan kesadaran usai Kepala Dinas Kesehatan dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kudus dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Dalam hal ini ia meminta tokoh masyarakat setempat agar turut aktif membangun kesadaran disiplin protokol kesehatan bagi masyarakat.

Ia lantas menyinggung strategi penebalan sistem Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang telah diterapkan di kabupaten lain di Jawa Tengah.

"Setiap desa harus ada satu posko PPKM mikro agar zona merah menjadi kuning dan akhirnya menjadi hijau. Tugasnya menegakkan protokol kesehatan, membantu dan mendata pelaksanaan PCR [Polymerase Chain Reaction] dan segera dilakukan pemisahan untuk isolasi jika sudah terkonfirmasi positif," ungkap Hadi.

Turut hadir dalam kegiatan ini yakni Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi, Forkopimda Kabupaten Kudus serta para Pejabat Utama TNI dan Polri.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo sudah mengirimkan puluhan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus.

Sebagian tenaga kesehatan yang dikirim ke Kudus itu berasal dari dokter di RSUD Moewardi, Kota Surakarta, dan sebagian lagi dibantu oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah. BNPB pun sudah melakukan langkah serupa. (FHR)