Para Mahasiswa, Siap-siap Masuk Kuliah di Kampus

Tajuk.co 30/8/2021 07:33 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan, perguruan tinggi di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3 harus mulai menyediakan opsi kuliah tatap muka.

Daerah yang masih berstatus PPKM Level 4 harus tetap belajar jarak jauh. "Sekarang berkat kedisiplinan kita, situasi sudah dapat dikatakan semakin membaik. Kita mendorong kampus-kampus yang berada di Level 1-3 PPKM untuk segera memberikan opsi pertemuan tatap muka terbatas kepada para mahasiswa," kata Nadiem.

Nadiem melanjutkan, dirinya menyadari kondisi pandemi ini penting untuk mengambil keputusan cepat. Pihaknya tetap menjadikan kebutuhan pelajar sebagai prioritas, baik kebutuhan akademik, kesehatan, dan keselamatan peserta didik.

Pada awal Agustus 2021, Kemendikbudristek telah meresmikan lanjutan bantuan kuota internet dan UKT. Bantuan ini, Nadiem melanjutkan, akan direalisasikan mulai bulan depan setelah semua proses pendataan selesai dilakukan.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Kemendikbudristek, Nizam, mengatakan, berdasarkan percobaan kuliah campuran tatap muka dan daring selama ini tidak pernah menimbulkan klaster Covid-19. Karena itu, pihaknya mendorong agar kampus segera melaksanakan PTM.

"Kampus-kampus kita dorong melakukan tatap muka. Dicoba, alhamdulillah tidak ada kasus. Artinya, kalau kita disiplin penyelenggaraan pembelajaran di kampus tidak akan jadi klaster baru. Selama kita disiplin," kata dia.

Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Panut Mulyono mengatakan, saat ini masih banyak perguruan tinggi yang belum bisa sepenuhnnya melaksanakan PTM. Hal yang bisa dilakukan adalah membagikan bantuan kuota internet kepada mahasiswa dan dosen agar pembelajaran tetap berjalan lancar.

Menurut rektor UGM ini, gotong royong dalam pendidikan sebetulnya sudah terjadi. "Bahkan dengan pandemi ini, kemudahan-kemudahan yang disampaikan atau yang diberikan oleh lembaga finansial, perbankan misalnya, memberikan bahkan bukan kredit, jadi yang membayarkan UKT itu bank kepada kampus. Kemudian mahasiswanya nyicil ke bank," kata Panut. (FHR)