Pelaut Indonesia Harus Kompeten dan Peduli Pelestarian Lingkungan Maritim

Tajuk.co 12/8/2020 21:36 WIB
image
Wisudawan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten. Foto: bpsdmp/tajuk.co

Tajuk.co, JAKARTA – Para pelaut Indonesia, terutama para lulusan sekolah vokasi Kementerian Perhubungan harus memiliki kompetensi berdaya saing tinggi dan pedulian terhadap pelestarian lingkungan maritim.

“Pemerintah Indonesia dari negara-negara anggota IMO dan seluruh pihak yang bergerak di industri maritim secara bersama-sama fokus dalam melestarikan lingkungan maritim,” kata Kepala Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Sugihardjo saat mewisuda 374 lulusan Program Diklat Pelaut Tingkat III, Diklat Pelaut Tingkat IV dan Perwira Siswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten, Rabu (12/8/2020).

Ia mengungkapkan, bahwa industri pelayaran dunia melalui regulasi International maritime Organization (IMO) mulai melakukan transisi menuju masa depan dunia yang berkelanjutan.

Sesuai dengan tema IMO 2020 “Sustainable Shipping for A Sustainable Planet” yang mengajak seluruh pihak untuk lebih memperhatikan pencegahan pencemaran udara dari kapal serta perlindungan terhadap satwa laut.

Sesuai dengan STCW Amandemen Manila Tahun 2010, lembaga pendidikan haruslah memiliki mutu yang baik dan mampu mencetak lulusan yang kompeten sehingga dapat menjadi pelaut yang andal, berdaya saing, dan peduli terhadap lingkungan khususnya lingkungan maritim.

“Wisuda kali ini yang mengusung tema “Merchant Marine Education and Training is Capable to Create The Better Future for People and Environment” mempunyai keterkaitan dengan Tema IMO Tahun 2020 dalam upaya memberikan kontribusi dari dunia pelayaran untuk lingkungan yang lebih baik,” ucap Sugihardjo.

Sebagai negara kepulauan, Sugihardjo menilai Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta wilayah perariran Indonesia merupakan jalur utama pelayaran yang banyak dilewati oleh berbagai jenis kapal dari seluruh dunia. Tak hanya itu, dengan kondisi ini area tugas para perwira pelayaran pun sangat luas dan dapat bekerja dimanapun.

“Dengan potensi sumber daya alam perairan yang dimiliki Indonesia, otomatis dibutuhkan sumber daya manusia di bidang maritim yang andal dan berdaya saing. Untuk itu, pemerintah fokus dalam meningkatkan kualitas SDM kepelautan dan membangun kekuatan ekonomi masyarakat sehingga dapat terwujud kemandirian maritim,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, direktur Politeknik Pelayaran Banten, Capt. Joni Turiska, menyampaikan 374 wisudawan yang dilantik terdiri dari 114 wisudawan lulusan Diklat Pelaut Tingkat III Program Studi Nautika, 84 wisudawan lulusan Diklat Pelaut Tingkat III Program Studi Teknika, 80 wisudawan lulusan Diklat Pelaut Tingkat IV Program Studi Nautika, 73 wisudawan lulusan Diklat Pelaut Tingkat IV Program Studi Teknika, 11 wisudawan lulusan Diklat Peningkatan Program Studi, dan 12 wisudawan lulusan Diklat Peningkatan Program Studi Teknika.(HAS)