Pemkot Jakbar Tutup Stiker Hingga Poster Produk Rokok di Seluruh Minimarket

Tajuk.co 14/9/2021 11:37 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Barat menutup stiker, poster, dan pajangan produk rokok di seluruh toko, minimarket, dan supermarket. Kepala Satpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat mengatakan, penutupan itu sesuai dengan Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok.

"Menindaklanjuti Seruan Gubernur Nomor 8 Tahun 2021 agar menutup semua pajangan rokok. Jadi pemilik toko, supermarket, dan hypermarket hanya menampilkan daftar rokok yang dijual, bukan rokoknya," kata Tamo saat dihubungi, Senin (13/9).

Seruan Gubernur soal Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok ditandatangani Gubernur Anies Baswedan pada 9 Juni 2021. Seruan ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap bahaya merokok hingga penurunan penyebaran Covid-19.

Dalam seruan itu, pengelola gedung diminta untuk menjalankan sejumlah ketentuan, seperti memasang tanda larangan merokok pada setiap pintu masuk dan lokasi yang mudah diketahui oleh setiap orang di area gedung, serta memastikan tidak ada yang merokok di kawasan dilarang merokok.

Kemudian, pengelola gedung juga tidak menyediakan asbak dan tempat pembuangan puntung rokok lainnya pada kawasan dilarang merokok.

Pengelola gedung juga tidak memasang reklame rokok atau zat adiktif, baik di dalam maupun di luar ruangan, termasuk memajang kemasan/bungkus rokok atau zat adiktif di tempat penjualan.

Tamo melanjutkan, penutupan stiker hingga pajangan rokok baru dilakukan di beberapa outlet. Pemkot Jakbar rencananya akan mengundang manajemen untuk mensosialisasikan seruan ini.

"Rabu akan kami undang manajemen minimarket dan hypermarket agar mereka menutup sendiri pajangan rokoknya," ungkap dia.

Menurut Tamo, tidak ada sanksi jika minimarket atau hypermarket yang masih memajang rokok. Namun, pihaknya akan segera menutup segala bentuk reklame rokok.

"Tidak ada (sanksi), tapi terpaksa kami tutup. Kan lebih baik ditutup sendiri, daripada ditutup sama Satpol PP," pungkasnya. (FHR)