Pemprov Jakarta Copot Dirut Baru TJ

Tajuk.co 27/1/2020 20:54 WIB
image
Donny Saragih (batik coklat) bersama Agung Wicaksono saat serah terima jabatan Dirut Trans Jakarta, Jumat (24/1/2020). Foto: berjak

Tajuk.co JAKARTA – Donny Andy S Saragih harus melepaskan jabatannya sebagai Dirut PT Transportasi Jakarta (TJ). Padahal baru tiga hari dia mendapat kepercayaan menjadi orang nomor satu di perusahaan tanportasi daerah milik Pemprov Jakarta itu. Donny ditunjuk menggantikan Dirut sebelumnya, Agung Wicaksono yang mengundurkan diri.

Lewat mekanisme keputusan para pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) TJ, Pemprov DKI membatalkan pengangkatan Donny. Yang bersangkutan terbukti memberikan pernyataan tidak benar dalam proses seleksi sebagai direksi BUMD. Utamanya pada butir tidak pernah menjadi terpidana dalam lima tahun terakhir.  

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Peraturan Gubernur Nomor 5 tahun 2018 tentang Tata Cara Pengangkatan Direksi, tiap calon direksi harus mengikuti uji kompetensi dan keahlian, serta harus terbukti cakap melakukan perbuatan hukum yang dituangkan dalam surat pernyataan.

“Pernyataan bahwa yang bersangkutan tidak pernah dihukum dalam lima tahun terakhir ternyata tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” bunyi keterangan tertulis Pemprov DKI Jakarta, Senin (27/1/2020).

Menurut keterangan tersebut, Sabtu 25 Januari 2020, Badan Pengelola (BP) BUMD menerima laporan mengenai status hukum Donny Saragih. Laporan tersebut langsung diverifikasi dan terbukti benar.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Senin (27/1/2020) para pemegang saham menggelar rapat yang melahirkan tiga keputusan, yakni, Pertama, membatalkan keputusan rapat para pemegang saham di luar RUPS tanggal 23 Januari 2020, yang mengangkat Donny Saragih sebagai Dirut TJ.

Kedua, menerima pengunduran diri dan memberhentikan dengan hormat Agung Wicaksono sebagai Dirut TJ. Dan ketiga, mengangkat Yoga Adiwinarto sebagai Pelaksana Tugas Dirut TJ.

Sebelumnya Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya mempertanyakan keputusan Pemprov DKI Jakarta mengangkat Donny Saragih sebagai Dirut TJ. Pasalnya sepengetahuan ombudsman, Donny adalah terpidana dalam kasus penipuan.

Dalam perkara No.490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst, Donny bersama dengan Porman Tambunan alias Andi Tambunan alias Andi kemudian didakwa turut serta melakukan penipuan berlanjut.

Vonis PN Jakpus pada 15 Agustus 2018 menyatakan Donny dan Andi bersalah dan memvonis satu tahun penjara, serta menetapkan agar para Terdakwa tetap ditahan dalam tahanan kota. Tak puas dengan vonis haklim Jaksa Penuntut Umum yakni Priyo W mengajukan banding.

Pengadilan Tinggi Jakarta pada sidang tanggal 12 Oktober 2018 menerima banding JPU dan menguatkan putusannya, serta meminta keduanya tetap berada dalam tahanan.

Donny dan Andi kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun putusan kasasi nomor 100 K/PID/2019 tertanggal 12 Februari 2019 menolak kasasi keduanya. Hakim kasasi bahkan menambah hukuman keduanya menjadi pidana penjara masing-masing dua tahun.(IST)