Pemprov Kaltim Gelar Program Pelatihan Ketrampilan Kerja bagi Pemuda dan Pemudi untuk IKN

Tajuk.co 24/9/2022 22:13 WIB
image

Tajuk.co, SAMARINDA -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah melaksanakan program pelatihan ketrampilan kerja kepada ribuan pemuda dan pemudi di wilayah setempat. Pelatihan ini dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia menuju pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Alhamdulillah kurang lebih 3.910 sudah putra-putri Kaltim mengikuti pelatihan tenaga kerja. Kita harapkan program pelatihan ini betul-betul bisa dimanfaatkan seluruh peserta, sehingga Pemprov bisa meraih SDM berkualitas," kata Gubernur Kaltim Isran Noor dalam keterangan resmi di Samarinda, Jumat (23/9).

Menurut Isran, pelatihan ini sangat penting dalam rangka menyiapkan SDM lokal yang siap pakai dan unggul dalam berbagai bidang keahlian. Sehingga saat IKN tersebut mulai dibangun maka masyarakat Kaltim ikut terlibat dan tidak hanya sebagai penonton.

Karena, lanjut Isran dengan keberadaan IKN secara otomatis harus mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih modern dan kompetitif sehingga bersaing dengan tenaga kerja dari seluruh Indonesia. "Ada dua BLKI yang kita miliki, yakni di Bontang dan Balikpapan. Kedua badan pelatihan milik pemerintah itu diyakini mampu mencetak tenaga kerja yang siap pakai dan berkualitas," jelasnya.

Adapun jumlah tenaga kerja yang telah mendapatkan program pelatihan tersebut, menurut Kadisnakertrans Kaltim Rozani Erawadi merupakan program pelatihan dari BLKI Bontang dan Balikpapan yang sudah dilaksanakan sejak 2019. Ia menjelaskan untuk BLKI Bontang mulai 2019 ada 379 peserta, 2020 sebanyak 519 peserta dan 2021 sebanyak 533 peserta.

Sedangkan dari BLKI Balikpapan, 2019 sebanyak 1.185 peserta, 2020 sebanyak 561 peserta dan 2022 sebanyak 733 peserta. Pelatihan ketrampilan kerja mulai dari mesin, pengelasan, mebel dan industri lainnya itu bukan hanya didukung alokasi anggarannya melalui APBD, tetapi juga APBN.

"Pelatihan tersebut merupakan komitmen Pemprov Kaltim yakni berdaulat dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing, terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas," jelas Rozani Erawadi. (FHR)